×
Ad

Introvert Bukan Alasan Batasi Diri, Sholiha Jadi Wisudawan Terbaik Unesa

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 08 Okt 2026 15:00 WIB
Sholiha dan orang tuanya. Foto: Unesa
Jakarta -

Karakter introvert kerap dianggap sebagai seorang pendiam, pemalu, dan kurang berani. Namun, bagi Sholiha anggapan tersebut berhasil dia dobrak.

Alih-alih melabeli dirinya demikian, Sholiha membuktikan bahwa introvert juga harus tetap berani berprestasi. Lulusan S1 Ilmu Hukum Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu justru berhasil menantang rasa canggungnya hingga menjadi wisudawan terbaik Fakultas Hukum.

Ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik FH Unesa setelah mendapat IPK 3,82. Sholiha meraih predikat pujian pada Wisuda ke-122 Unesa yang digelar pada 26 September 2026.

Di balik pencapaiannya, ada proses panjang untuk mengatasi kesulitan beradaptasi dan mengekspresikan pikiran di depan orang lain. Bagaimana cara Sholiha menghadapinya?

Tak Jadikan Introvert sebagai Alasan Pasif

Perempuan kelahiran Pasuruan itu mengaku masa awal kuliah menjadi salah satu tantangan baginya. Sifatnya yang cenderung tenang membuatnya tidak terbiasa tampil vokal ataupun berbicara di depan umum.

Namun, Sholiha tidak ingin menjadikan sifat tersebut sebagai alasan untuk membatasi diri. Ia justru memilih melatih kemampuan komunikasinya dengan terlibat dalam berbagai aktivitas di lingkungan kampus.

Langkah tersebut perlahan membuahkan hasil. Kemampuan komunikasi Sholiha semakin terasah setelah aktif dalam organisasi mahasiswa dan dipercaya menjadi Sekretaris Departemen Penalaran BEM Fakultas Hukum Unesa.

Tidak berhenti di sana, Sholiha juga turut memprakarsai berdirinya Badan Semi Otonom (BSO) Komunitas Peradilan Semu (KPS). Komunitas tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa hukum untuk berlatih dan mengenal proses persidangan.

Aktif Magang dan Ikut Ajang Duta

Pengalaman berorganisasi kemudian ia lengkapi dengan pengalaman di dunia profesional. Sholiha pernah menjalani magang di Kejaksaan Negeri Pasuruan dan Pengadilan Negeri Pasuruan dan pernah juga terpilih sebagai Duta BAZNAS Jawa Timur pada 2023.

Selain aktif di luar kelas, Sholiha juga menunjukkan prestasi di bidang akademik. Dalam skripsinya, ia mengangkat isu hukum mengenai penerapan doktrin Business Judgment Rule (BJR) dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat BUMN.

Menurut Sholiha, penelitian tersebut berangkat dari pentingnya memberikan kepastian hukum bagi direksi BUMN dalam mengambil keputusan bisnis.

"Apabila seorang direksi BUMN itu mengambil keputusan yang menyebabkan kerugian namun masih berada dalam lingkup tugas pokok dan fungsinya, maka seharusnya dia dilindungi oleh prinsip Business Judgment Rule dan tidak dapat dijerat dengan tindak pidana korupsi," jelas Sholiha dikutip dari laman Unesa, Kamis (8/10/2026).

Bagi Sholiha, pencapaian akademik dan berbagai pengalaman yang diperolehnya selama kuliah tidak datang secara instan. Ia perlu terus mendorong dirinya untuk keluar dari zona nyaman, terutama dalam hal komunikasi dan keberanian tampil di depan umum.

Ibu Jadi Inspirasi untuk Berani

Di balik semangat Sholiha untuk terus berkembang, terdapat sosok sang ibu, Naila Ulya. Sang ibulah yang menjadi sumber inspirasi terbesar bagi Sholiha.

Ia melihat sang ibu sangat bekerja keras dalam mengingatkannya soal pentingnya pendidikan. Sang ibu juga berhasil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang magister (S2) di UIN Malang sehingga ia ingin mengikuti jejaknya.

Ketangguhan sang ibu dalam menempuh pendidikan menjadi motivasi bagi Sholiha untuk terus mengejar prestasi.

"Etos kerja dan ketangguhan ibu menjadi motor penggerak bagi saya untuk terus berprestasi. Penghargaan ini saya persembahkan untuk mereka yang tak pernah lelah mendukung sampai di posisi ini," kata Sholiha.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Sholiha kini bersiap melanjutkan langkahnya di dunia hukum. Ia berencana merintis karier sebagai peserta magang di sebuah firma hukum sembari mempersiapkan diri menempuh pendidikan advokat profesional.

Bagi Sholiha, menjadi pribadi yang pendiam bukan berarti harus membatasi kesempatan untuk berkembang. Justru dengan keberanian mencoba dan terus berlatih, keterbatasan dalam berkomunikasi dapat perlahan ditaklukkan.

"Penghargaan ini saya persembahkan untuk mereka yang tak pernah lelah mendukung sampai di posisi ini," pungkasnya.



Simak Video "Kata Ahli soal Desain Rumah yang Cocok Buat Si Introvert, Ekstrovert & Ambivert"

(cyu/nwk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork