Jumlah kasus influenza A sedang meningkat di Indonesia. Melihat kondisi tersebut, dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dr Edwin Nugroho Njoto MIPH MHM SpPD mengingatkan masyarakat untuk menjauhi satu kebiasaan agar lekas sembuh.
Kebiasaan itu adalah menggunakan antibiotik. Edwin melihat masyarakat sering menilai influenza sebagai flu biasa. Faktanya, influenza disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak bisa digunakan untuk mengobati penyakit ini.
Menurut Edwin, antibiotik baru dapat dipertimbangkan apabila terdapat infeksi bakteri sekunder berdasarkan kondisi medis pasien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan baru flu sebentar sudah langsung diberi (obat) antibiotik karena penyebab influenza adalah virus, bukan bakteri," tegasnya di laman ITS, dikutip Minggu (4/10/2026).
Apa Penyebab Influenza A?
Influenza A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus influenza memiliki sifat mudah bermutasi serta menular. Kondisi cuaca dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemudahan penyebaran virus.
"Virus influenza ini memang dapat memicu wabah musiman dengan tingkat penularan yang luas," tuturnya.
Penularan influenza A terjadi melalui percikan air liur dari saluran pernapasan ketika seseorang batuk atau bersin. Risiko penularan akan lebih tinggi pada orang dengan daya tahan tubuh rendah maupun pada mereka yang mengalami kelelahan akibat aktivitas padat.
Gejala Influenza A
Gejala influenza diawali dengan gangguan pada saluran pernapasan. Sementara gejalanya umumnya berawal dari pilek, batuk, demam, dan nyeri saat menelan.
"Yang perlu diwaspadai adalah ketika terjadi penurunan nafsu makan hingga sesak napas," ujarnya.
Cara Menjaga Diri dari Influenza A
Dokter yang juga berpraktik di Eagles Head Medical Centre dan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya itu mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga kondisi tubuh dengan istirahat yang cukup, menjaga asupan cairan, makanan bergizi, dan olahraga.
Masyarakat juga wajib mencuci tangan setelah beraktivitas di luar rumah atau sebelum makan, yang juga perlu dilakukan secara rutin. Edwin menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan vaksinasi influenza secara rutin setiap tahun.
