Siswi 11 Tahun dari Inggris Jadi Grandmaster Wanita Termuda dalam Sejarah Catur

ADVERTISEMENT

Siswi 11 Tahun dari Inggris Jadi Grandmaster Wanita Termuda dalam Sejarah Catur

Kalila Untsa - detikEdu
Rabu, 30 Sep 2026 20:31 WIB
Bodhana Sivanandan
Bodhana Sivanandan. Foto: Jaimi Joy/Reuters
Jakarta -

Bodhana Sivanandan, seorang siswi berusia 11 tahun, menjadi grandmaster wanita termuda sepanjang masa. Ia mencetak rekor ini di Olimpiade Catur ke-46 di Samarkand, Uzbekistan saat mewakili Inggris.

Sivanandan sebelumnya merupakan juara catur wanita termuda di Inggris sekaligus wakil termuda Inggris di turnamen internasional cabang olahraga apa pun. Olimpiade catur kali ini merupakan partisipasi kedua kali baginya.

Siswi asal London ini mengungkapkan keinginannya untuk terus mencetak sejarah kepada Federasi Catur Internasional (FIDE) dalam sebuah wawancara yang dipublikasi di YouTube.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya senang melakukannya, tetapi saya ingin terus maju dan terus membuat sejarah juga, alih-alih hanya berhenti di sini," katanya, dikutip dari CNN, Rabu (30/9/2026).

ADVERTISEMENT

Catur Bermanfaat untuk Sekolah

Saat ditanya mengenai perasaannya selagi bertanding, ia menjelaskan bahwa tidak merasa tertekan dan ia hanya mencoba untuk menikmati permainan di atas papan tersebut.

"Rasanya hampir sama dengan yang sebelumnya, hanya saja saya bermain di papan yang berbeda," jelas Sivanandan.

Dalam wawancara yang sama, Sivanandan juga menyampaikan alasannya menyukai olahraga ini, yang terkait dengan kehidupan sehari-harinya sebagai seorang siswi.

"Saya suka bepergian dan juga karena saya bersekolah penuh waktu, ini berkaitan dengan banyak mata pelajaran sekolah, jadi ini sangat bermanfaat juga," tutur sang siswi.

Grandmaster wanita adalah gelar tertinggi yang hanya dapat diraih oleh pemain wanita, dan gelar ini dipegang seumur hidup.

Bagaimana Awalnya Belajar Bermain Catur?

Perjalanan karier caturnya dimulai pada saat lockdown akibat COVID-19. Ia mulai belajar secara autodidak, bahkan ayah dan ibunya yang merupakan lulusan teknik tidak memiliki keahlian catur.

Turnamen pertama Sivanandan bertempat di Harrow Chess Club pada Juli 2021. Setahun kemudian, ia memenangkan 24 pertandingan di European Schools Championship. Sivanandan saat itu baru berusia tujuh tahun, sebagaimana dikutip dari BBC.

Pada 2023, ia menjadi pemain termuda yang tidak kalah melawan seorang grandmaster. Di ronde terakhir, ia seri melawan juara Romania dua kali, grandmaster Vladislav Nevednichy, di kejuaraan European Rapid and Blitz di Kroasia.

Prestasinya terus berlanjut hingga 2025, saat ia mengalahkan grandmaster Pete Wells yang juga seorang pelatih senior di FIDE. Saat itu, ia berusia 10 tahun 5 bulan, menjadi yang termuda untuk mengalahkan seorang grandmaster.

Norma IM pertama didapatkan Sivanandan di Dole Open, Prancis pada Juli 2026. Ia kembali menjadi anak termuda yang mencapai gelar tersebut, usianya saat itu 11 tahun empat bulan. Dalam turnamen yang sama, ia mengalahkan grandmaster Marc'Andrian Maurizzi, pemain catur dengan rating di atas 2600 dalam permainan catur klasik.

Penulis adalah peserta Magang Nasional di detikcom.



(nah/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads