Studi Tak Sampai 4 Tahun, Wisudawan UPN Jogja Lulus Tanpa Skripsi dengan IPK 3,82

ADVERTISEMENT

Studi Tak Sampai 4 Tahun, Wisudawan UPN Jogja Lulus Tanpa Skripsi dengan IPK 3,82

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 29 Sep 2026 15:30 WIB
Karunya Saka Listianto menjadi wisudawan terbaik UPN Jogja periode wisuda I 2026/2027, yang lulus tanpa skripsi
Foto: UPN Veteran Yogyakarta/Karunya Saka Listianto menjadi wisudawan terbaik UPN Jogja periode wisuda I 2026/2027, yang lulus tanpa skripsi.
Jakarta -

Skripsi biasanya menjadi penanda bagi seseorang untuk meraih gelar sarjana (S1). Namun, bisakah seorang mahasiswa lulus tanpa skripsi?

Jawabannya bisa. Ini terjadi pada Karunya Saka Listianto yang lulus dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN "Veteran" Yogyakarta.

Saka berhasil meraih gelar S1 tanpa skripsi konvensional. Ia menggunakan konversi karya ilmiah. Kebijakan ini merupakan jalur alternatif penyelesaian tugas akhir (skripsi, tesis, atau disertasi) bagi mahasiswa dengan menggunakan pencapaian publikasi artikel jurnal ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), atau bentuk karya riset tervalidasi lainnya sebagai pengganti laporan skripsi konvensional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produktif Melakukan Riset-Jadi Lulusan Terbaik

Saka tidak hanya memakai jalur alternatif tanpa skripsi untuk lulus. Pada wisuda periode ke-1 tahun akademik 2026/2027, ia dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik I UPN "Veteran" Yogyakarta yang menempuh studi dalam waktu 3 tahun 10 bulan dengan IPK 3,82 (cum laude).

Ketertarikannya pada penelitian dimulai dari gemar membaca literatur akademik dan mengikuti konferensi ilmiah. Berbagai pengalaman ia kumpulkan, mulai dari menerbitkan artikel pada jurnal terindeks Sinta hingga berkembang ke jurnal internasional terindeks Scopus Q3 dan Q4

ADVERTISEMENT

Saka juga terlibat dalam penelitian bersama dosen HI serta dipercaya menjadi asisten peneliti. Baginya, menekuni dunia riset berarti belajar kesabaran, ketelitian, dan kemauan untuk terus memperbaiki.

"Menulis artikel sebagai single author menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Prosesnya cukup panjang karena harus melalui review hampir satu tahun," ujar Saka.

Sebagai penulis, ia pernah menerbitkan artikel pada jurnal Scopus Q4 sebagai penulis tunggal (single author). Proses review hampir memakan waktu satu tahun dan itu dilakukan saat dirinya masih semester 5.

Punya Hak Kekayaan Intelektual

Tak hanya berkarya di bidang penelitian, Saka juga memperoleh hak kekayaan intelektual (HaKI) melalui kolaborasi penulisan buku tentang paradiplomasi. Pengalaman ini akhirnya turut mendukung penyelesaian studi tanpa skripsi.

Meski banyak pencapaian, Saka masih tetap aktif berorganisasi di kampus. Ia ikut UKM Pramuka dan menjadi Editor in Chief pada Jurnal Pena Wimaya, sebuah jurnal yang dikelola mahasiswa HI dan Pewarta Istimewa Kwartir Daerah DIY.

Bagi Saka, mencoba kegiatan baru adalah hal penting. Karena setiap proses akan memberi pembelajaran.

"Jangan takut untuk mencoba kegiatan baru, termasuk penelitian dan publikasi. Dari setiap proses pasti ada pembelajaran. Tetapi, tetap harus tahu prioritas dan jangan sampai kegiatan yang kita ikuti membuat kewajiban utama sebagai mahasiswa terabaikan," tuturnya.

Usai lulus dari UPN Jogja, Saka ingin memasuki dunia kerja sambil mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana. Bekal pengalaman riset dan publikasinya selama S1 ingin terus dikembangkan di ranah akademik dan profesional.

Apresiasi dari UPN Jogja

Sebagai wisudawan terbaik, Saka mendapatkan apresiasi dari pihak kampus. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN Jogja, Dr Machya Astuti Dewi, M Si, menyebut bahwa pencapaian Saka adalah buah dari konsistensi berkarya.

"Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Karunya Saka atas keberhasilannya menyelesaikan studi melalui jalur publikasi ilmiah sebagai pengganti skripsi. Pencapaian ini tidak datang secara instan," ujar Machya.

"Selama menjadi mahasiswa, Karunya (Saka) konsisten berkarya dengan menghasilkan belasan publikasi, termasuk pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus," pungkasnya.



(faz/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads