Remaja Berusia 13 Tahun di AS Diterima S2 New York University, IQ-nya 168

ADVERTISEMENT

Remaja Berusia 13 Tahun di AS Diterima S2 New York University, IQ-nya 168

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 29 Sep 2026 07:31 WIB
Joseph (Joe) Petraro-Hyppolite, remaja dengan IQ 168
Joseph (Joe) Petraro-Hyppolite, remaja dengan IQ 168 Foto: Dok. IG Joseph (Joe) Petraro-Hyppolite
Jakarta -

Seorang remaja di Amerika Serikat (AS) berusia 13 tahun dikabarkan berhasil masuk menjadi mahasiswa magister di New York University (NYU). Padahal, usia rata-rata seseorang di AS untuk memulai program magister adalah 33 tahun.

Remaja bernama Joseph (Joe) Petraro-Hyppolite itu memiliki IQ 168. Ia berasal dari Long Island, AS.

"IQ saya 168," kata Petraro-Hyppolite.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kamu dianggap jenius," kata John Dias dari CBS News New York, dikutip Senin (28/9/2026).

ADVERTISEMENT

Lulus SMA Usia 11 Tahun

Petraro-Hyppolite mendapat skor 1590 pada SAT saat baru berusia 10 tahun dan mendapat ijazah SMA pada usia 11 tahun. Sekarang, ia sedang menempuh pendidikan sarjana, dikelilingi oleh mahasiswa yang jauh lebih tua darinya. Ia akan mulai menempuh pendidikan magister pada musim gugur mendatang.

"Program magister saya adalah manajemen olahraga, tetapi selain itu juga kinesiologi dan biologi," kata Petraro-Hyppolite.

Ia mengaku gugup dengan apa yang ada di depannya sekarang ini. Namun, ia juga bersemangat karena akan ada pintu-pintu kesempatan baru yang terbuka.

Sangat Suka Belajar

Anne Petraro-Hyppolite, ibunya, mengatakan pencapaian ini sangat berarti karena putranya pernah ditempatkan di kelas pendidikan khusus setelah didiagnosis menderita sindrom Tourette. Sebagai informasi, berdasarkan laman US Centers for Disease Control and Prevention, sindrom Tourette adalah kondisi sistem saraf yang menyebabkan seseorang melakukan kedutan, gerakan, atau suara yang tiba-tiba dan berulang, yang disebut 'tic'.

"Ini sungguh seperti mimpi. Ketika dia lulus SMA di usia yang sangat muda, itu juga tidak nyata, tetapi ini... semua yang dia lakukan terasa seperti mimpi," katanya.

"Dia sangat suka belajar," ujar ibunya lagi.

Di sisi lain, Joe Petraro-Hyppolite ingin orang-orang tahu bahwa menjadi berbakat bukan berarti semuanya mudah.

"Bukan berarti saya lahir dengan semua pengetahuan yang saya miliki. Saya harus mempelajarinya sekali atau dua kali. Kemudian saya akan paham," katanya.

Joe Petraro-Hyppolite saat ini masih harus menyelesaikan gelar sarjananya, yang rencananya akan diselesaikan pada Mei tahun depan. Dia mengatakan bahwa pada akhirnya ingin terjun ke bidang paleontologi. Remaja ini diperkirakan lulus dengan gelar masternya sekitar waktu yang sama ketika dia sudah cukup umur untuk mengemudikan mobil.

Habiskan Hari Libur Jadi Sukarelawan

Joe Petraro-Hyppolite menghabiskan hari-hari liburnya untuk kegiatan sukarelawan. Misalnya, pada hari Rabu, ia berada di panti jompo Five Towns untuk memastikan para penghuni pulang dengan selamat.

Bagi kebanyakan remaja, kegiatan sukarelawan adalah cara yang bagus untuk meningkatkan resume, tetapi Petraro-Hyppolite sebenarnya tidak butuh menambah daftar portofolio. Terlebih, ia telah kuliah di Louisiana State University karena IQ yang sangat tinggi.



(nah/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads