Najmi Salma Vannisa Abi berhasil meraih gelar sarjana dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan IPK 3,99. Di balik prestasinya, ada doa dan perjuangan dari kedua orang tua.
Najmi bercerita bahwa ia tumbuh dari keluarga sederhana. Ibunya merupakan pedagang kecil, sedangkan ayahnya bekerja sebagai buruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Latar belakang boleh sederhana, tetapi langkah tidak harus ikut terbatas. Itulah yang telah mereka tanamkan pada diri saya," ujar Najmi dalam laman resmi Unnes, dikutip Rabu (23/9/2026).
Meski mengalami keterbatasan biaya, Najmi bisa berkuliah dengan beasiswa KIP Kuliah. Bantuan ini Najmi manfaatkan untuk mengejar prestasi akademik.
Kontribusi di Luar Kelas
Najmi sengaja memilih peminatan kesehatan lingkungan untuk memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di kelas dengan persoalan yang dihadapi di masyarakat. Salah satu ilmu tersebut ia terapkan saat menjalani magang di Dinas Kesehatan Kota Salatiga.
Saat itu,Najmi ikut serta dalam survei kualitas air minum rumah tangga dengan mendata danmemvalidasi hasil pemeriksaan kualitas air dari 180 rumah di enam wilayahpuskesmas. Ia juga terlibat dalam penyusunan SOP pelaksanaan survei.
"Sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat, saya belajar bahwa ilmu tidak berhenti di ruang kelas. Karena itu, selama kuliah, saya mencoba mencari banyak pengalaman, mulai dari penelitian, magang, organisasi, kegiatan sosial, serta kompetisi," tuturnya.
Aktif Organisasi dan Lomba Nasional
Selain berkontribusi di masyarakat, Najmi juga aktif mengikuti organisasi. Dari pengalaman tersebut, ia belajar bekerja bersama orang lain, mengoordinasikan tim, dan berkomunikasi dengan berbagai karakter.
Ketertarikannya pada isu lingkungan juga Najmi tuangkan melalui karya short movie yang berhasil meraih juara 1 tingkat nasional. Ia juga meraih juara 2 lomba artikel ilmiah melalui karya yang disusun berdasarkan kajian dan analisis kesehatan.
Bagi Najmi, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar berani mencoba, menyampaikan gagasan, dan membagikan ilmu kepada orang lain.
Wisuda menjadi penanda selesainya perjalanan sarjanaNajmi. Namun, bagi dirinya, perjalanan selama menjadi mahasiswaUnnes tidak cukup dirangkum melalui angkaIPK 3,99.
"Najmi yang masuk Unnes dulu mungkin bukan siapa-siapa. Sekarang setelah sampai di titik wisuda, saya melihat Unnes bukan hanya sebagai tempat saya mendapatkan gelar. Di sini saya belajar mencoba banyak hal, bertemu banyak orang, dan mengenal kemampuan diri saya sendiri. Jadi kalau perjalanan ini hanya dirangkum dengan angka 3,99, rasanya masih terlalu sedikit," ujarnya.
Menurutnya, berbagai pengalaman selama kuliah telah menjadi bagian yang membentuk dirinya dan membuatnya lebih siap melangkah.
"Karena bagi saya, 3,99 adalah hasil, tapi perjalanan ini untuk semua sampai di sini adalah cerita yang sebenarnya," pungkasnya.
(nir/faz)
