Angkat Film Kucing, Mahasiswa ITB Raih Most Inspiring Film Award Tingkat Global

ADVERTISEMENT

Angkat Film Kucing, Mahasiswa ITB Raih Most Inspiring Film Award Tingkat Global

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 22 Sep 2026 11:00 WIB
Siti, Karakter Utama Film Meong! Karya Mahasiswa ITB
Siti, Karakter Utama Film
Jakarta -

Tim Liga Film Mahasiswa ITB meraih Most Inspiring Film Award dalam NextScene Kids & Youth Film Festival 2026 lewat film "Meong!". Film ini berhasil menyisihkan 54 film lainnya dari 14 negara.

"Meong!" adalah film yang mengangkat interaksi sederhana antara kucing kampus dan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Berlatar di kampus ITB, kehadiranMeong menjadi bagian penting yang menemani perjalanan mahasiswa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ide film berangkat dari keberadaan kucing di berbagai sudut kampus ITB. Pengalaman sehari-hari ini kemudian dikembangkan tim menjadi cerita yang menempatkan kucing sebagai karakter utama.

Melalui karya tersebut, mahasiswa tidak hanya menghasilkan film berkelas global, tetapi juga menghadirkan perspektif kreatif mengenai kehidupan mahasiswa.

ADVERTISEMENT

"Inti dari film ini, kami mau membawakan bahwa sesuatu seperti kucing kecil atau mungkin hal kecil lainnya di dunia ini bisa sangat menginspirasi dan bermakna bagi seseorang. Meskipun terkadang hal kecil tersebut sebenarnya biasa saja atau mungkin bahkan tidak berharga di mata orang lain," tutur penulis sekaligus produser "Meong!", Vincentius Bhagaskara (AS'22) dalam laman ITB dikutip Selasa (22/9/2026).

Produksi "Meong!" dimulai pada Maret 2025 dan melibatkan 1 pemeran utama dan 10 kru, termasukVincentiusBhagaskara (AS'22) sebagai penulis dan produser,FransiskaFernanda (EB'22) sebagai penulis dan sutradara, sertaDudihPurwadi (AS'22) sebagai Director of Photography, Sound Director, dan editor.

Pemilihan Pemeran Utama Kucing

Dudih menilai pemilihan pemeran utama menjadi salah satu bagian unik dalam produksi film. Tim melakukan proses casting terhadap hampir 40 kucing di lingkungan kampus dengan mempertimbangkan warna bulu dan karakter.

"Kami melakukan casting kucing seharian penuh di kampus ITB. Hampir 40 kucing yang kami coba casting. Kami memperhatikan warna bulu yang cocok dan karakter kucing yang mudah diarahkan. Hingga akhirnya kami memilih Siti yang cocok untuk peran ini," ujarnya.

Siti adalah kucing yang biasa beraktivitas di sekitar Gedung Labtek VII ITB. Dalam pengembangan ide cerita, tim juga melibatkan komunitas peduli kucing ITB Street Feeding.

Bekerja dengan hewan menjadi tantangan tersendiri. Selain menghadapi perubahan cuaca, tim harus menyesuaikan proses syuting dengan kondisi Siti.

Ketika Siti menunjukkan tanda-tanda stres atau tidak nyaman, proses pengambilan gambar harus dihentikan sementara.

Untungnya, proses produksi tersebut berbuah penghargaan Most Inspiring Film Award. Menurut Fransiska, kucing sebagai tokoh utama dan cara film tersebut mengangkat hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari menjadi kekuatan tersendiri dari karya mereka.

"Jujur, penghargaan ini sesuatu yang tidak aku ekspektasikan. Penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Kami juga senang bahwa film yang diproduksi bisa menginspirasi banyak orang. Special thanks juga untuk semua orang yang turut membantu dan Siti yang bisa menghasilkan momen adegan unik secara alami dan tidak terduga," kata Fransiska.



(nir/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads