Tujuh pekan kompetisi menjadi masa bagi Scott Radaro dan tiga rekannya untuk menguji ketepatan prediksi tingkat hunian hotel. Salah satu momen krusial terjadi saat mereka mencermati jadwal pertandingan National Football League (NFL) di Nashville, Amerika Serikat.
Setelah menganalisis berbagai sumber data, tim memutuskan untuk menaikkan proyeksi tingkat hunian hotel karena memperkirakan permintaan kamar akan meningkat. Prediksi tersebut terbukti tepat dan turut mengantarkan mereka meraih podium dalam International Forecaster Cup Competition 2025.
Persaingan berlangsung ketat setiap pekan. Selain menerima pembaruan data mengenai kondisi pasar hotel, para peserta juga harus memantau klasemen sementara karena selisih kecil dalam hasil prediksi dapat mengubah posisi tim. Kompetisi ini diikuti oleh 91 tim dari 26 universitas berbagai negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, empat mahasiswa Program Studi S1 Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya meraih Juara 3. Keempat mahasiswa tersebut yakni Scott Radaro, Leonardo Lei Shun Cheng, Nurul Husnah, dan Evelyn Tjandra.
Universitas Prasetiya Mulya juga menempati peringkat kedua kategori institusi dengan nilai Mean Absolute Error (MAE) 3,24, berada tepat di bawah Swiss Hotel Management School (MAE 2,42).
Hasil tersebut juga menempatkan Universitas Prasetiya Mulya di atas sejumlah perguruan tinggi bereputasi internasional, seperti Texas A&M University, EHL Hospitality Business School, dan Oxford Brookes University, sekaligus menunjukkan kualitas pembelajaran berbasis analisis data yang dikembangkan di Program Studi Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya.
Kompetisi yang digelar oleh Revenue Management Education (RevME) bersama STR Share Center pada 27 September hingga 8 November 2025 tersebut menguji kemampuan peserta untuk memprediksi tingkat okupansi hotel di kawasan Central Business District (CBD) Nashville untuk tiga minggu ke depan.
Peserta dituntut untuk mengandalkan kemampuan analisis data, forecasting, business analytics, dan revenue management guna menyusun strategi bisnis dan mengoptimalkan pendapatan.
"Kompetisi ini cukup menegangkan. Setiap minggu kami langsung melihat posisi kami dibanding tim-tim lain. Ketika peringkat naik tentu kami senang, tetapi satu prediksi yang meleset bisa membuat posisi berubah pada minggu berikutnya. Jadi setiap pekan rasanya seperti memulai kompetisi dari awal lagi," ujar Scott, dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Scott, tim tidak hanya mengandalkan data historis, tetapi juga menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi permintaan hotel, mulai dari penyelenggaraan konser hingga pertandingan NFL.
"Saat melihat ada pertandingan NFL pada periode forecasting, kami memperkirakan okupansi hotel akan meningkat sehingga memutuskan menaikkan proyeksi tingkat hunian. Ternyata periode itu memang mencatat peningkatan okupansi terbesar selama kompetisi," katanya.
Pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap industri hospitality.
"Kompetisi ini mengajarkan saya pentingnya critical thinking dan ketelitian dalam membaca setiap detail data serta sumber informasi. Forecast yang baik bukan hanya soal mengolah angka, tetapi memahami konteks di balik data," ujarnya.
Foto: Universitas Prasetiya Mulya |
Pengalaman mengikuti kompetisi internasional tersebut juga mencerminkan pendekatan pembelajaran di Program Studi S1 Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya. Selain mempelajari operasional hotel, mahasiswa juga dibekali kemampuan menganalisis data, memahami dinamika pasar, menyusun strategi bisnis, dan mengambil keputusan berbasis bukti melalui berbagai studi kasus industri maupun kompetisi internasional.
Bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di industri hospitality, pengalaman seperti inilah yang menjadi nilai lebih Program Studi Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya. Mahasiswa S1 Universitas Prasetiya Mulya tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga mengerjakan proyek industri, mengikuti kompetisi internasional, menganalisis persoalan bisnis nyata bersama mitra industri, serta berlatih mengambil keputusan berbasis data.
Kebutuhan terhadap kompetensi tersebut semakin relevan seiring pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,07 juta pada Januari-Mei 2026, meningkat 7,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini turut membuka peluang dan tantangan bagi industri hospitality untuk mengoptimalkan tingkat hunian dan pendapatan hotel melalui strategi yang tepat.
Kepala Program Studi Pariwisata dan Manajer Jurusan Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya, Redha Widarsyah, mengatakan meningkatnya jumlah wisatawan tidak otomatis meningkatkan kinerja hotel tanpa strategi yang tepat.
"Kalau mahasiswa hanya belajar operasional hotel, mereka akan kesulitan menghadapi tantangan industri saat ini," ujar Redha.
Menurut Redha, ketika jumlah wisatawan meningkat, tantangannya bukan sekadar mengisi kamar hotel, tetapi juga mengoptimalkan pendapatan melalui strategi pricing, market forecasting, dan revenue management.
"Karena itu, di Program Studi Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya, mahasiswa dibekali kemampuan business analytics, market forecasting, revenue management, serta pengambilan keputusan berbasis data melalui studi kasus industri agar mampu membantu bisnis hospitality memanfaatkan momentum pertumbuhan pariwisata," ujar Redha.
Melalui kurikulum yang memadukan hospitality, business analytics, revenue management, dan pembelajaran berbasis industri, Program Studi Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya membekali mahasiswa dengan kemampuan membaca pasar, menyusun strategi bisnis, dan mengambil keputusan berbasis data.
Kompetensi tersebut dapat menjadi bekal untuk meniti berbagai karier di industri hospitality, mulai dari hotel revenue manager, hospitality business analyst, hospitality consultant, hingga entrepreneur di industri hospitality. Prestasi mahasiswa di ajang internasional menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran tersebut.
Prestasi mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya di International Forecaster Cup Competition 2025 menjadi salah satu gambaran pentingnya kemampuan analisis data dan pengambilan keputusan dalam industri hospitality global.
Pengalaman tersebut juga membuktikan bahwa Program Studi Hospitality Business Universitas Prasetiya Mulya mempersiapkan mahasiswa untuk membangun karier di industri hospitality yang semakin mengandalkan analisis data dan pengambilan keputusan berbasis bukti.
(anl/ega)

