×
Ad

Mahasiswa S3 UMY Asal Pakistan Hasilkan 53 Publikasi, Ini Rahasianya

Cicin Yulianti - detikEdu
Minggu, 20 Sep 2026 06:00 WIB
Wisudawan UMY dengan publikasi terbaik. Foto: UMY
Jakarta -

Membuat publikasi ilmiah biasanya dilakukan oleh mahasiswa hanya untuk memenuhi tugas akhir. Namun, bagi Muhammad Younus, melakukan penelitian adalah suatu hal yang sangat dinikmati.

Mahasiswa asal Pakistan tersebut telah menerbitkan sebanyak 53 publikasi ilmiah selama menempuh pendidikan doktoral Ilmu Pemerintahan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Bagaimana cara Younus menghasilkan publikasi sebanyak itu?

Menikmati Proses Penelitian

Younus mulai menempuh pendidikan di Indonesia sejak 2022. Selama menjalani studi S3, ia tidak hanya menyelesaikan penelitian doktoralnya, tetapi juga aktif menghasilkan karya ilmiah.

"Bagi saya, publikasi bukan hanya sebuah persyaratan. Ketika tulisan kita dipublikasikan, orang bisa membaca, mengunduh, bahkan memberikan apresiasi. Jadi, kalau kita menikmati prosesnya dan membuat kegiatan menulis itu menyenangkan, publikasi akan lebih mudah dicapai," ujarnya dikutip dari laman LLDIKTI 5 Kemdiktisaintek, Sabtu (19/9/2026).

Ia mengaku mulai menyenangi dunia publikasi ilmiah sejak masuk program magister. Saat itu, ia mendapatkan pelatihan dari profesor pembimbingnya tentang cara penulisan artikel.

Dari pelatihan tersebut, Younus mengembangkan kemampuan menulisnya secara mandiri. Terutama setelah masuk program doktoral, dunia publikasi menjadi lebih menarik baginya.

Tantangan Hasilkan Publikasi Ilmiah

Untuk membuat publikasi ilmiah memang tidak mudah. Seseorang harus melakukan peneltian terlebih dahulu.

Younus merasa tantangannya terjadi saat melakukan penelitian kuantitatif yang membutuhkan data primer dari Indonesia dan Malaysia. Pasalnya, data bisa terkumpul atas kesediaan responden.

"Penelitian kuantitatif memang memberikan data primer yang baik, tetapi ada tantangannya karena penelitian berada di luar kendali kita. Kita bergantung pada orang lain untuk menyediakan waktu dan mengisi formulir. Kadang mereka tidak merespons, dan itu bisa membuat frustasi," katanya.

Jadi Wisudawan dengan Publikasi Terbaik

Selain menjadi wisudawan dengan publikasi terbanyak, Younus juga dinobatkan sebagai wisudawan dengan publikasi terbaik dalam momen wisudanya pada (17/9/2026) lalu.

Ia berterima kasih kepada para dosen pembimbing dan pihak yang telah membantu kelancaran proses akademiknya. Ia bersyukur karena para profesor telah mengajari skill menulis publikasi ilmiah yang sangat membantunya.

Di akhir ia memberikan pesan kepada mahasiswa internasional lain. Ia mengajak yang lain supaya terus bersemangat dalam menyusun penelitian dan publikasi ilmiah, meski menjalani kuliah di luar negeri.

"Tidak ada negara, kota, atau universitas yang sempurna. Karena itu, ketika datang ke tempat baru, kita harus mempersiapkan diri, melakukan riset, berbicara dengan orang lain, lalu mencari solusi. Mengeluh saja tidak akan menyelesaikan masalah," pungkasnya.



Simak Video "Video Membaca Maksud Pemerintahan Trump Menjegal Harvard University"

(cyu/pal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork