Universitas Indonesia (UI) terus tancap gas memperluas jejaring globalnya. Memasuki tahun 2026, UI resmi menambah jalur kolaborasi internasional bagi mahasiswa program doktoral (S3) melalui skema penelitian cotutelle dengan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University, Australia.
Penandatanganan kerja sama strategis ini dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya UI, Ahmad Gamal S.Ars., M.Si., MUP., Ph.D., bersama Wakil Rektor Bidang Riset, Pelatihan, dan Pengembangan RMIT, Prof. Simon Pervan. Momen penting ini disaksikan langsung oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat skema cotutelle ini, mahasiswa doktoral UI punya kesempatan emas melakukan penelitian dengan bimbingan ganda dari dosen UI sekaligus akademisi RMIT. Tak hanya soal gelar, para peneliti muda ini bakal mendapat akses penuh terhadap keahlian, fasilitas riset canggih, hingga jejaring akademik kelas dunia dari kedua institusi.
"Kerja sama cotutelle dengan RMIT University memperkuat upaya UI dalam memperluas kolaborasi riset internasional. Skema ini memberi mahasiswa doktoral kesempatan memperoleh pengalaman penelitian yang lebih luas dan menghasilkan riset yang relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan," ujar Prof. Heri Hermansyah.
Hubungan antara UI dan RMIT sejatinya sudah sangat solid. Menilik data tahun 2025, kolaborasi peneliti kedua kampus ini sukses menelurkan delapan artikel ilmiah berdampak tinggi. Sementara pada 2024, tercatat ada tiga belas artikel high impact yang lahir dari riset bersama.
Pemilihan RMIT sebagai mitra bukan tanpa alasan. Kampus di Melbourne ini merupakan universitas elite dunia yang nangkring di peringkat ke-119 global versi QS World University Rankings 2027. RMIT juga jawara di Australia untuk bidang Architecture/Built Environment, Art & Design, serta Library & Information Management pada QS World University Rankings by Subject 2026. Saat ini, lebih dari 1.000 mahasiswa Indonesia menimba ilmu di sana.
Vice Chancellor (Rektor) RMIT, Prof. Alec Cameron, menyambut hangat kolaborasi ini. Ia mendorong agar kerja sama tidak berhenti di jenjang doktoral saja, tapi meluas ke program joint degree dan double degree untuk jenjang magister (S2) dan sarjana (S1), termasuk peningkatan pertukaran mahasiswa serta dosen.
Sebagai langkah konkret dalam waktu dekat, UI akan mengundang dua profesor dari RMIT untuk mengajar di Depok selama satu minggu. Agenda ini dirancang untuk mempererat hubungan akademik, menyusun draf penelitian bersama, hingga melibatkan mahasiswa pascasarjana dalam proyek riset kolaboratif.
Langkah besar ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang UI untuk mendongkrak kualitas pendidikan doktoral. Dengan memperkuat jejaring global, UI berkomitmen meningkatkan kapasitas peneliti lokal agar kontribusi riset Indonesia semakin diakui di panggung internasional.
(iqk/iqk)
