Kisah Clarissa Awardee Beasiswa Garuda: Setahun Kuliah di AS Sudah Bangun Startup

ADVERTISEMENT

Kisah Clarissa Awardee Beasiswa Garuda: Setahun Kuliah di AS Sudah Bangun Startup

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 31 Agu 2026 18:30 WIB
Clarissa, penerima Beasiswa Garuda yang sudah bangun start up di usia 19 tahun di AS
Clarissa, penerima Beasiswa Garuda yang sudah bangun start up di usia 19 tahun di AS. Foto: Cicin Yulianti
Jakarta -

Prestasi membanggakan anak bangsa kali ini datang dari sosok gadis bernama Clarissa Aurelia Nahid Saputra. Ia adalah mahasiswa asal Jakarta yang kini berkuliah di California, Amerika Serikat.

Clarissa adalah salah satu anak berprestasi tanah air. Bagaimana tidak, ia kini berhasil tembus kuliah di kampus top yakni University of California (UC) San Diego dan menerima Beasiswa Garuda dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Hal lain yang membuatnya lebih menginspirasi, pada usia yang masih 19 tahun Clarissa sudah mampu mengembangkan start up di Silicon Valley, wilayah di AS yang terkenal dengan pusat industri teknologi dengan persaingan ketat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diterima di 14 Kampus LN

Sebelum memilih UC San Diego, Clarissa sebenarnya sudah dipinang oleh 13 kampus luar negeri lainnya. Mulai dari King's College London, UC Davis, hingga NUS.

ADVERTISEMENT

"Aku kemarin dapat 14 kampus di luar negeri dan beberapakampus yang aku ingat sekarang itu ada NUS, NTU, UIUC, UCSD, UC Davis, dan yang lainnya itu kayak dari UK itu ada Edinburgh, ada King's College London, dan banyak lagi gitu across the United States," kata Clarissa saat ditemui detikEdu di FX Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Senin (31/8/2026).

Clarissa sudah memetakan tujuannya kuliah di luar negeri saat menempuh sekolah di SMA MH Thamrin. Selain mendapat penjurusan, Clarissa dapat tembus ke banyak kampus top karena prestasinya.

"Jadi untuk mendapatkan LoA itu aku itu kemarin juga ikut International Physics Olympiad, Physics Olympiad, dan juga aku dulu menjadi wakil ketua OSIS di SMA aku," ujar Clarissa.

Dari 14 kampus tersebut, akhirnya Clarissa memilih UC San Diego. Alasan ia melabuhkan pilihannya di UCSD karena ekosistem robotik di sana cukup kuat.

"Aku pilih UC San Diego karena UC San Diego itu sangat bagus robotiknya. Kayak the main robotics simulators gitu itu dari San Diego. Dan selain itu UC San Diego itu ada di California dan California itu banyak banget startup culture-nya itu kayak sangat tinggi gitu," tuturnya.

Bangun Start Up dan Didanai Investor

Pada tahun pertamanya menempuh kuliah di sana, Clarissa sudah membangun start up bernama Clean AI Labs. Bahkan, start upnya berhasil menembus Y Combinator (YC) salah satu akselerator startup paling bergengsi di dunia.

Mulanya, Clarissa dan rekan di start up lain sering mengikuti hackaton. Setelah memenangi banyak hackaton, start upnya bisa dengan mudah didanai investor.

"Nah, dari hackathon itu kita dapat funding 50.000 dolar dari salah satu startup accelerator yang di San Francisco juga. Ya dari situ kita udah kayak buat-buat projeklah. Dan di summer ini kita itu juga membuat lebih banyak projek dan akhirnya kita itu di-back sama Y Combinator," tuturnya.

Clean AI Labs sendiri merupakan start up B2B yang membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses penjualan menggunakan analisis sinyal data internet yang kompleks.

Buat Start Up untuk Pelajar Indonesia

Tidak hanya start up Clean AI Labs yang berbasis di AS, Clarissa juga merintis start up yang ditujukkan untuk pelajar Indonesia. Ia membuat start up bernama StudiLanjut yang mewadahi pelajar Indonesia untuk meraih beasiswa.

"Itu aku bikin sama teman-teman aku dari Berkeley, dari Kyoto, terus ada juga teman-teman yang sudah mengurusi kayak beasiswa-beasiswa gitu. Kita itu mulainya kayak sekitar September dan kita itu lebih fokus untuk kayak memberi teman-teman pelajar guidance untuk masuk luar negeri dan juga dapat beasiswa luar negeri," tuturnya.

Melalui platform ini, ia ingin menularkan mentalitas independen dan kepercayaan diri kepada generasi muda Indonesia. Ia optimis bahwa pelajar Indonesia tidak kalah hebat dari pelajar-pelajar di luar negeri.

Kisah Clarissa ini bisa dijadikan inspirasi bagi para anak muda untuk terus bekerja keras dan bermimpi besar. Menaklukkan panggung dunia bukanlah hal yang mustahil, jika sungguh-sungguh mewujudkannya seperti Clarissa.



(cyu/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads