Ini Cerita Naya, Mahasiswa Hindu di UIN Jakarta

ADVERTISEMENT

Ini Cerita Naya, Mahasiswa Hindu di UIN Jakarta

Cicin Yulianti - detikEdu
Jumat, 11 Sep 2026 17:30 WIB
Naya, mahasiswa beragama Hindu yang kuliah di UIN Jakarta
Naya, mahasiswa beragama Hindu yang kuliah di UIN Jakarta. Foto: UIN Jakarta
Jakarta -

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ternyata membuka kesempatan bagi mahasiswa dari beragam latar. Tak hanya mahasiswa beragama Islam, UIN Jakarta juga menerima mahasiswa non-Islam.

Salah satu contohnya adalah Ni Wayan Nayaka Sanjiwani. Ia adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora yang beragama Hindu.

Perempuan yang akrab disapa Naya ini memiliki ketertarikan terhadap profesi guru. Ia pun memilih kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan sebagai batu loncatan strategis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sempat Khawatir dengan Tradisi Berhijab

Saat awal perkuliahan, Naya merasa khawatir dengan tradisi penggunaan hijab di kampus. Hal ini membuatnya harus beradaptasi kembali dengan lingkungan perkuliahan.

ADVERTISEMENT

"Pertama kali coba pakai hijab saat tugas bikin video perkenalan diri untuk PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan), aku merasa saat sudah selesai buat video itu gerah dan ga betah di awal pakai," tuturnya dikutip dari laman UIN Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Ia bersyukur karena teman-temannya peduli terhadap Naya. Mereka membantu Naya dalam memakai hijab dengan baik.

"Teman-teman aku tuh justru baik banget gitu, pas dari PBAK aku gak tau cara pake kerudung dengan peniti, terus teman aku langsung dibenerin dibantuin, gak sendiri-sendiri, mereka juga terbuka," jelasnya.

Belajar Bahasa Arab-Agama Islam

Naya juga bercerita bahwa dirinya tak pernah menduga sebelumnya bisa berkuliah di UIN Jakarta. Namun, ada alasan strategis yang membuatnya memilih kampus ini.

Ia juga mengaku dapat banyak pengalaman unik selama pembelajaran. Misalnya, ia mengikuti pembelajaran berbahasa Arab hingga teori ilmu agama Islam.

"Di sini aku bersyukur aja sih teman-temannya baik banget, aku juga dulu mikirnya kayak, aduh nanti aku pasti bakalan dikucilkan, gak ada teman karena beda agama sendiri, tapi ternyata di luar itu, aku merasa mungkin Tuhan ngasih aku di sini untuk berbaur sama agama lain," ungkapnya.

Naya mengatakan, ia banyak dibantu oleh kawan-kawannya dalam mempelajari teori Islam. Ia juga dipermudah oleh dosen saat harus setor hafalan surat pendek seperti Al-Fatihah.

Pelajaran yang Naya petik di kampus terkadang membuatnya refleks mengucapkan kalimat seperti insyaallah, assalamualaikum, bahkan astaghfirullah saat di rumah.

Naya mengaku bersyukur karena UIN Jakarta tidak membedakan segi agama dan menerima mahasiswa dari nonmuslim. Perjalanan kuliahnya membuktikan bahwa perbedaan agama bukan penghambat dalam menimba ilmu.



(cyu/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads