Mendikdasmen Bikin TK di Kampungnya, Ada Keranjang Basketball untuk Ajarkan 'Grit'

ADVERTISEMENT

Mendikdasmen Bikin TK di Kampungnya, Ada Keranjang Basketball untuk Ajarkan 'Grit'

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 03 Sep 2026 11:01 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti dalam peluncuran STEM Nasional di PAUD Terpadu Kalirejo Kudus (3/9/2026).
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam peluncuran STEM Nasional di PAUD Terpadu Kalirejo Kudus (3/9/2026). Foto: YouTube/Ditjen GTK Kemendikdasmen
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI menceritakan dia tengah membangun TK di kampung tempat tinggalnya di Jakarta. Di TK tersebut ia meminta agar dipasangkan keranjang bola basket untuk belajar motorik.

"Di situ dia diajari grit. Grit itu artinya stamina untuk tidak menyerah. Ketika dia melempar dan tidak masuk, nggak apa-apa, ulangi lagi. Sekarang ada nggak, TK yang ada lapangan basketnya? Mungkin bayangannya basket yang duwur (tinggi) itu," kata Mu'ti dalam peluncuran STEM Nasional di PAUD Terpadu Kalirejo Kudus, Jawa Tengah pada Kamis (3/9/2026), yang disiarkan secara daring.

"Sehingga dibuatkan yang pendek, dia bisa melempar, mengantri, men-dribble, mengenal olahraga tingkat dunia," imbuh Mu'ti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendikdasmen: Paling Susah Jadi Guru TK

Mendikdasmen mengatakan jadi guru yang paling susah adalah guru TK.

ADVERTISEMENT

"Kita melotot sedikit saja, dia ada rasa takut, besok dia nggak berangkat. Sehingga guru TK itu memang harus banyak senyum, di tanggal berapa pun," ujar Mu'ti.

Ia juga mengingatkan agar guru TK menjauhkan diri dari kekerasan fisik terhadap muridnya, meskipun tujuannya mendidik. Ia menegaskan ada cara lain mendidik tanpa harus dengan kekerasan fisik.

"Saya baru saja beli buku tentang disiplin. Saya ke Singapore beberapa waktu lalu dan saya beli buku tentang itu. Bagaimana mendisiplinkan tanpa harus menggunakan kekerasan, tanpa harus memebentak. Dan itu bisa," ucap Mendikdasmen.

"Sehingga karena itu pesan saya paling akhir, jangan jejali pembelajaran TK dengan berbagai macam konten yang sifatnya pengatahuan kognitif. Perbanyaklah ruang gerak mereka, perbanyaklah ruang imajinasi mereka, perbanyaklah ruang interaksi mereka dengan sesama dan bawa mereka pada situasi-situasi yang menyenangkan, kenalkan dengan berbagai macam hal yang ada di alam semesta. Itu yang akan membuat mereka tumbuh menjadi saintis-saintis hebat di masa depan," pesannya.



(nah/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads