Ini Rahasia Clarissa Bisa Raih IPK 3,96 di UC San Diego Sambil Bangun Startup

ADVERTISEMENT

Ini Rahasia Clarissa Bisa Raih IPK 3,96 di UC San Diego Sambil Bangun Startup

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 31 Agu 2026 20:00 WIB
Clarissa, penerima Beasiswa Garuda yang bangun start up di AS di usia 19 tahun.
Clarissa, penerima Beasiswa Garuda yang bangun start up di AS di usia 19 tahun. Foto: Cicin Yulianti
Jakarta -

Baru berusia 19 tahun dan belum lulus kuliah, tetapi gadis satu ini sudah mahir bangun start up. Namanya adalah Clarissa Aurelia Nahid Saputra.

Lulusan SMA Unggulan MH Thamrin tersebut bahkan memiliki start up yang berbasiskan di Silicon Valley, sebuah kawasan dengan bisnis teknologi yang terkenal di California, Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, ia sedang menempuh pendidikan undergraduate di University of California San Diego (UCSD), AS. Tak cuma itu, Clarissa juga aktif membantu riset soal robotika.

ADVERTISEMENT

Bangun Start Up di AS

Clarissa merupakan co-founder dari Clean AI Labs, sebuah startup B2B yang baru saja mendapatkan pendanaan dari Y Combinator, salah satu akselerator startup paling bergengsi di dunia. Melalui teknologi yang ia bangun, Clean AI Labs membantu perusahaan mencari calon pelanggan potensial dengan menganalisis data di internet seperti tren perekrutan karyawan hingga riset internal sebuah perusahaan.

Bergelut di dunia startup di samping ia adalah seorang mahasiswa tentu tak mudah. Akan tetapi, ia tetap bisa mendapatkan GPA yang baik.

"Membagi waktu antara kampus dan start up itu susah, pekerjaannya bukan lagi nine to five, tapi 24/7," ungkap Clarissa saat ditemui detikEdu, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Senin (31/8/2026).

Walaupun di tengah kepadatannya mengembangkan bisnis, kuliah, dan riset ia tetap bisa meraih GPA (IPK) 3,96. Nah, detikers penasaran bagaimana jurus Clarissa meraihnya? Simak di sini ya!

Jurus Clarissa Seimbangkan Kuliah-Bangun Startup

1. Pasang Target Besar di Awal

Bagi Clarissa, keberhasilan bukanlah kebetulan. Ia telah memimpikan membangun startup sejak duduk di bangku SMA.

Ia menyebut, planning backwards menjadi metode jitu dalam meraih semua ini. Ia menetapkan tujuan besar dahulu lalu menyusun langkah apa saja yang harus dilakukan dari sekarang untuk mencapai titik tersebut.

"Saya lebih mengutamakan perencanaan sejak awal dengan metode backward planning (merencanakan dari target masa depan mundur ke masa sekarang). Karena sejak SMA saya sangat ingin terjun ke dunia startup, saya menyusun jadwal dan rencana secara terbalik untuk menentukan langkah-langkah yang harus saya ambil," katany.

2. Manajemen Waktu dan Skala Prioritas

Clarissa menghindari kesalahan umum mahasiswa, yakni menghabiskan waktu luang untuk hal-hal yang kurang produktif. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk mempelajari materi lebih awal

Untuk meraih IPK 3,96 di jurusan teknis memang sulit. Oleh karena itu, Clarissa memiliki strategi mengerjakan tugas jauh sebelum tenggat waktu.

"Dan menurut aku hal yang paling baik untuk dilakukan itu untuk ngerjain tugas-tugas itu lebih awal daripada deadline-nya. Karena banyak orang common mistake-nya itu ngerjainnya dekat-dekat deadline. Dan mempelajari semua materi lebih awal di kayak awal-awal dua minggu semester itu sangat penting," ujarnya.

3. Ikut Banyak Hackaton

Supaya mahasiswa yang tengah membangun startup tidak sulit mencari investor, Clarissa membeberkan tips agar rajin ikut hackton. Pasalnya, ia melihat banyak investor yang melihat pencapaian founder/co-founder dalam lomba demikian, tidak hanya berdasarkan ide bisnis.

"Nah, jadi untuk kalian dapat Venture Capitalist atau investor untuk mendanai company kalian, tentunya kalian harus punya ide. Dan biasanya untuk investor-investor yang pre-seed alias yang masih early stage gitu mereka itu lebih suka founders-nya gitu, lebih memercayai founders daripada idenya," kata gadis asal Jakarta tersebut.

"Jadi rekomendasi aku itu kayak kalian juga nge-build portofolio yang bagus dan kalian harus kayak menjadi orang yang confident gitu," sambungnya.



(cyu/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads