Tokoh Ini Jadi Satu-satunya Orang Indonesia yang Pernah Jadi Menteri di Belanda

ADVERTISEMENT

Tokoh Ini Jadi Satu-satunya Orang Indonesia yang Pernah Jadi Menteri di Belanda

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 31 Agu 2026 19:01 WIB
Raden Adipati Ario Soejono menjadi satu-satunya orang Indonesia yang pernah jadi menteri di Belanda.
Foto: Dok. Publiek Domein - Nationaal Archie/Raden Adipati Ario Soejono menjadi satu-satunya orang Indonesia yang pernah jadi menteri di Belanda.
Jakarta -

Tahukah detikers, dalam sejarah ada orang Indonesia yang menjabat sebagai menteri di Belanda? Tokoh tersebut menjadi satu-satunya pribumi yang pernah masuk dalam kabinet pemerintahan Belanda.

Tokoh yang dimaksud Raden Adipati Ario Soejono. Dia merupakan tokoh asal Tulungagung, Jawa Timur yang lahir pada 31 Maret 1886.

Mengutip buku "Di negeri penjajah: orang Indonesia di negeri Belanda (1600-1950)" karya Harry A. Poeze, dkk., Soejono diangkat menjadi menteri tanpa portofolio di Belanda pada 6 Juni 1942.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengangkatan ini didasari adanya ikatan nasib antara Negeri Belanda dan Indonesia. Selain itu, juga bertujuan memperlihatkan terutama kepada sekutunya Amerika bahwa Negeri Belanda bukan negara kolonial yang menentang kemajuan atau pembaruan.

Siapa Sebenarnya Soejono?

Soejono bukanlah tokoh tanpa latar belakang. Sebaliknya, latar belakangnya termasuk keluarganya, memiliki pengaruh pada masa kolonial Belanda.

ADVERTISEMENT

Ayahnya merupakan Bupati Tulungagung masa itu, sehingga Soejono memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Ia juga berkarier di pemerintahan sejak 1911 hingga dipercaya menjadi Bupati Pasuruan pada 1915-1927 pada usia yang masih 30 tahunan.

Tak hanya itu, Soejono juga menjadi anggota Volksraad, lembaga perwakilan pada zaman Hindia-Belanda pada 1920-1930. Karier ini yang mengantarkannya menjadi tokoh pemerintahan yang sering mengikuti seminar dan pelatihan hingga ke Belanda.

Sampai pada 1942, keberadaan Jepang membuat Hindia Belanda terancam. Sejumlah pejabat pun banyak yang meninggalkan Jawa.

Diakui di Kabinet dan Berbicara tentang Sikap Indonesia

Dalam sidang kabinet pertama yang dihadiri Soejono, Perdana Menteri Gerbrandy mengakui keberadaannya. Dia berbicara tentang "saat bersejarah, karena sekarang untuk pertama kalinya seorang putra bangsa Indonesia menjadi anggota Pemerintah Belanda". Kata-kata itu kemudian disambut dengan tepuk tangan.

Dalam beberapa kesempatan, Soejono berbicara tentang tanggung jawab besar yang akan diembannya, termasuk terkait hubungan dengan bangsa Indonesia. Ia optimis bahwa kerja sama di dalam kabinet (Belanda) akan mendatangkan hasil yang baik. Ia juga berjanji kepada rekan-rekannya di Belanda untuk bekerja sama.

Salah satu pernyataan Soejono mengenai posisi Indonesia pascaperang juga menjadi sorotan. Penentuan sikap tentang posisi Indonesia dianggap penting untuk diketahui oleh sekutu orang Belanda dan orang Indonesia.

Saat itu, Soejono mengajukan dua nota pada Oktober 1942. Ia menyatakan bahwa di kalangan luas masyarakat Indonesia terdapat keinginan yang terpendam dan serius untuk memutuskan hubungan dengan Negeri Belanda. Karena itu, menurut Soejono, pernyataan-pernyataan Belanda haruslah cukup jauh untuk menjamin lahirnya kebersamaan sukarela dalam ikatan ketatanegaraan. Bagi Soejono, ini berarti pengakuan secara prinsip terhadap hak Indonesia untuk menentukan nasib sendiri.

Namun ternyata tak seorang pun di antara rekan-rekannya di Belanda menerima pendapat tersebut. Soejono sampai tiga kali usul kepada rekan-rekannya, khususnya menteri-menteri dari SDAP (Sociaal-Democratische Arbeiderspartij), tapi sia-sia.

Meski ditolak, Soejono beranggapan bahwa ia tak perlu mengendurkan diri. Sampai akhirnya, Soejono meninggal beberapa bulan kemudian, tanggal 5 Januari 1943, pada usia 56 tahun.

Perjuangannya dalam bersuara sebagai warga Indonesia di Belanda, akan terus diingat. Sampai saat ini, Soejono masih jadi warga Indonesia satu-satunya yang pernah sejajar dengan orang Eropa menduduki jabatan di pemerintahan Belanda.



(faz/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads