UGM Buka Peta Wilayah Terdampak Gempa NTT dan Kebutuhan Prioritas

ADVERTISEMENT

UGM Buka Peta Wilayah Terdampak Gempa NTT dan Kebutuhan Prioritas

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 26 Agu 2026 18:00 WIB
Geoportal Informasi Kebencanaan (GIK) UGM AI Tech4disaster untuk gempa NTT.
Geoportal Informasi Kebencanaan (GIK) UGM AI Tech4disaster untuk gempa NTT. Foto: UGM
Jakarta -

Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan portal AI Tech4disaster untuk layanan pelaporan kebutuhan logistik masyarakat dan pemetaan lokasi yang membutuhkan bantuan usai gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Laporan dapat disampaikan melalui link https://geoportal.science/gik/.

Berdasarkan data yang dihimpun dari masyarat, teknologinya dapat mengidentifikasi kebutuhan prioritas dalam penanganan logistik berdasarkan titik-titik wilayah yang lebih terdampak.

Ketua tim pengembang Tech4disaster UGM, Dr Nur Mohammad Farda mengatakan sekitar 1.400 laporan masyarakat masuk ke portal hingga 21 Agustus 2026. Angka ini lebih tinggi daripada laporan ke portal pada penanganan bencana di Sumatera, yang sekitar 300 laporan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemanfaatan dan Pembatasan AI

Farda menjelaskan, teknologi AI pada portal ini digunakan untuk membantu merapikan dan menganalisis laporan masyarakat. Dari situ, data laporan dimanfaatkan untuk melihat wilayah yang terdampak lebih banyak dan kebutuhan prioritas.

ADVERTISEMENT

"Kalau data sudah rapi, ketika diposting dan disimpan, itu akan mempermudah tim logistik. Kemudian, ada juga proses analisis. Dari peta-peta yang tersedia, sistem dapat menganalisis daerah mana yang terdampak paling banyak dan apa saja yang menjadi prioritas logistik. Jadi, data tersebut dapat dikelompokkan untuk membantu proses penanganan," kata Farda.

Sementara itu, ia mengatakan AI pada sistem ini juga dibatasi dalam ranah membantu merapikan data dan analisis. Adapun data awal tetap berasal dari masyarakat dan relawan.

Ia menambahkan, tim UGM juga tetap melakukan cleaning untuk memastikan data dan lokasi yang dilaporkan benar-benar sesuai.

"Data yang digunakan berasal dari warga atau volunteer. Kemudian, kami melakukan cleaning terhadap data, terutama untuk memastikan lokasi-lokasi yang dilaporkan sesuai. Jadi, dari sisi risiko AI, penggunaannya dibatasi pada proses perapian data dan analisis. Untuk analisis pun, AI hanya mengambil dan merangkum informasi dari peta-peta yang tersedia," kata Farda.

Diakses Rabu (26/8/2026) pukul 13.50 WIB, dashboard Geoportal Informasi Kebencanaan (GIK) wilayah dekat Ruteng menampilkan angka 961 laporan. Jika marker atau titik tersebut dipilih, kemudian tombol analisis titik peta diklik, akan muncul penjelasan bahwa daerah dengan kerusakan parah dan membutuhkan intervensi segera yakni Ruteng, Manggarai Ruteng Flores, dan Manggarai Barat.

Hasil analisis tersebut juga menyarankan prioritas logistik utama yang harus disalurkan yaitu berupa beras, obat-obatan, dan makanan pokok lainnya, seperti mie instan, telur, air minum, dan selimut. Selain itu, juga diperlukan bantuan kesehatan, tenda darurat, dan fasilitas komunikasi untuk memulihkan wilayah terdampak.

Tantangan Internet-Pakai Mobile Tower

Farda mengakui adanya tantangan ketersediaan jaringan internet dalam penggunaan portal GIK Tech4disaster. Ketika terjadi gangguan jaringan akibat bencana, proses pengiriman laporan dapat ikut terkendala.

Untuk mengatasinya sementara waktu, data dapat disimpan terlebih dahulu dan dikirimkan ketika perangkat kembali mendapatkan sinyal.

"Bagaimanapun, dukungan konektivitas juga dapat diberikan melalui mobile tower atau menara jaringan bergerak," tambah Farda.

Bisa Muncul di Sistem BNPB

Data pemetaan yang dikumpulkan di portal ini dikatakan Farda juga dapat ditampilkan dalam sistem Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB) melalui map services. Karena itu, informasi yang sudah dihimpun UGM bisa tersinkronisasi dengan informasi kebencanaan yang digunakan BNPB.

Ia menambahkan, UGM AI Tech4Disaster rencananya akan dikembangkan untuk berbagai kebutuhan kebencanaan, seperti analisis citra satelit, pemetaan longsor, manajemen shelter, dan manajemen logistik. pemanfaatan IoT dan berbagai model AI juga rencananya akan masuk pengembangan teknologi ini.



(twu/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads