Pada usia 16 tahun, rata-rata remaja masih duduk di bangku SMA/SMK. Namun, gadis satu ini sudah menempuh pendidikan tinggi pada usia tersebut.
Masih berusia 16 tahun membuat Qolby Kadya Rizky menjadi mahasiswa baru (maba) termuda di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2026. Ia kini resmi menjadi maba jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya UNY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernah Dapat Penolakan Kampus
Sebelum lolos di UNY, Qolby sempat mendaftar di kampus lain, tetapi mengalami penolakan selama penerimaan mahasiswa baru. Hal itu sempat membuatnya ragu.
"Awalnya ragu dan takut daftar karena tidak yakin bisa diterima. Alhamdulillahnya, semuanya dapat berjalan lancar walau hal itu tidak mudah," katanya dikutip dari laman UNY, Kamis (20/8/2026).
Sebelumnya, ia ingin berkuliah di politeknik kesehatan. Di sisi lain, ia juga senang belajar bahasa sehingga akhirnya ia melabuhkan pilihannya di prodi Pendidikan Bahasa Jerman.
Selain itu, UNY letaknya lebih dekat dengan tempat tinggal Qolby. Sehingga ia mendaftar UNY dengan jalur seleksi mandiri Computer Based Test (CBT) Domisili.
Sempat Pindah-pindah Sekolah
Qolby juga mengisahkan dirinya sempat berkali-kali pindah sekolah. Saat kelas satu SD, ia bersekolah Medan.
Lalu, ia melanjutkan di sekolah daerah Kebumen karena harus mengikuti pekerjaan orang tua. Lalu menginjak kelas 10, ia pindah lagi ke SMAN 1 Petanahan.
Pengalaman sering berpindah tersebut membuat Qolby mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Termasuk saat transisi dari SMA ke dunia perkuliahan, Qolby bisa melewatinya dengan baik.
Namun, karena usianya lebih muda dibandingkan rata-rata maba lain, Qolby menjadi khawatir. Ia merasa masih anak SMA yang tiba-tiba berkuliah.
Tak Pilih Gap Year
Di usianya yang masih muda, Qolby bisa saja memilih untuk gap year terlebih dahulu. Namun, ia sudah bertekad untuk terus melanjutkan pendidikannya.
"Mahasiswa yang masih muda juga bisa kuliah dan tidak ketinggalan dengan yang lain," ujarnya.
Kepada calon mahasiswa yang ingin memulai kuliah di usia yang lebih muda, Qolby mengajak untuk tak perlu khawatir. Justru dengan itu seseorang bisa mencuri start lebih dahulu dibandingkan mahasiswa umum.
"Pokoknya jangan pernah menyerah. Kita satu angkatan, jadi kita berlari dari garis start yang sama dan pasti bisa," pesannya.
