Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah berhasil meluncurkan tiga satelit nasional. Saat ini, Indonesia tengah mengembangkan satelit generasi ke empat yang ditargetkan meluncur tahun 2027.
Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Nur Salma Yusuf Hasanah, mengatakan satelit yang sedang dikembangkan itu adalah NEO-1. Satelit ini akan melakukan observasi Bumi melalui penyediaan data citra satelit beresolusi tinggi dan menengah. Data tersebut akan dimanfaatkan untuk pemetaan wilayah, pemantauan pertanian dan kehutanan, pemantauan lingkungan, mitigasi bencana, dan pemantauan aktivitas kapal melalui sistem AIS (Automatic Identification System).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini, satelit tersebut telah memasuki tahap pengujian dan integrasi. Satelit NEO-1 memiliki misi utama," ungkap Salma dikutip dari laman BRIN, Selasa (18/8/2026).
Pengembangan NEO-1 ini merupakan bagian dari upaya BRIN memperkuat kemandirian teknologi satelit nasional. Sebelumnya, BRIN telah meluncurkan satelit LAPAN-A1/LAPAN-TUBSAT, LAPAN-A2/LAPAN-ORARI, dan LAPAN-A3/LAPAN-IPB. Satelit-satelit ini memiliki misi yang berbeda.
3 Generasi Satelit Indonesia
1. Satelit LAPAN A-1
LAPAN-A1 merupakan satelit eksperimental generasi pertama yang telah beroperasi untuk observasi Bumi.
"LAPAN-A1 diluncurkan menggunakan roket Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV) C7 milik India pada 10 Januari 2007. Meski diperkirakan hanya beroperasi selama dua hingga tiga tahun, satelit tersebut hingga kini masih dapat menerima perintah dari operator, meskipun muatan kameranya sudah tidak berfungsi," ujarSalma dalam lamanBRIN dikutip Selasa (18/8/2026).
2. Satelit LAPAN A-2
Kemudian satelit LAPAN-A2 merupakan satelit eksperimental generasi kedua yang proses perancangannya sepenuhnya dilakukan di dalam negeri. Satelit tersebut diluncurkan menggunakan roketPSLV C30 pada 28 September 2015 dan bertugas untuk observasi Bumi, mitigasi bencana, dan pemantauan kapal.
3. Satelit LAPAN A-3
Terakhir adalah LAPAN-A3 yang diluncurkan menggunakan roket PSLV C34 pada 22 Juni 2016. Menurut Salma, LAPAN-A3 memiliki misi AIS serupa dengan LAPAN-A2, tetapi dengan cakupan data yang lebih luas. Satelit ini dilengkapi kamera multispektral untuk memantau vegetasi, spacecam, dan magnetometer untuk memantau medan magnet Bumi.
