Seporsi Kemenangan Luthfin: Lulus dari Peternakan UMM, Sukses Berkarier di Australia

ADVERTISEMENT

Seporsi Kemenangan Luthfin: Lulus dari Peternakan UMM, Sukses Berkarier di Australia

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 13 Agu 2026 13:00 WIB
Luthfin Abidah, lulusan prodi peternakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses berkarier di industri peternakan Australia
Foto: UMM/Luthfin Abidah, lulusan prodi peternakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses berkarier di industri peternakan Australia.
Jakarta -

Jika ada yang bertanya, "Lulusan jurusan peternakan mau jadi apa?", Luthfin Abidah bisa menjawab, "Bisa berkarier di Australia."

Jawaban itu merupakan gambaran perjalanan karier Luthfin menekuni bidang peternakan. Sejak berstatus sebagai mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Luthfin aktif dalam organisasi, terlibat sebagai asisten laboratorium, dan mengikuti program Learning Express (LEx) yang berkolaborasi dengan Singapore Polytechnic.

Ia juga aktif mengikuti program magang, termasuk level internasional. Pengalaman dan kompetensi di bidang peternakan akhirnya bisa membawa Luthfin berkarier di Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal Mula Bisa Berkarier di Aussie

Mulanya, Luthfi mengikuti program pertukaran dan magang NTCA Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP) yang diselenggarakan oleh Northern Territory Cattlemen's Association. Kala itu, ia menjadi perwakilan UMM yang diberi pelatihan praktik peternakan modern di Australia.

"Dulu saya pernah ikut program magang NIAPP ke Australia. Selama sepuluh minggu, perwakilan mahasiswa UMM dilatih secara intensif secara langsung seputar praktik beternak sapi potong modern serta penerapan animal welfare secara tepat," ujar alumnus angkatan 2016 tersebut, seperti dikutip dari laman resmi UMM.

ADVERTISEMENT

Berkat program tersebut, Luthfin bisa mendapatkan sertifikasi kompetensi setara D1 Agriculture serta memperluas wawasan internasionalnya. Keterampilan ini kemudian dilirik oleh perusahaan peternakan sapi di Australia.

"Ketika saya mendaftar kerja di sini (Australia), skill peternak saya sudah terbentuk matang dan kompetensi itulah yang dilihat oleh perusahaan," imbuhnya.

Lulus pada Era Pandemi, Diterima Kerja di Australia pada 2022

Luthfin sempat mengalami tantangan ketika ia lulus dari UMM, yakni pandemi COVID-19 melanda Tanah Air. Namun, ia tak diam dan memilih memanfaatkan waktu dengan menggunakan keterampilannya untuk membantu bisnis sapi perah keluarga.

Sampai akhirnya pada 2022, ia dilirik oleh sebuah perusahaan peternakan sapi di Australia. Sebelumnya, ia juga berhasil masuk pemberitaan media besar Australia, yakni ABC News.

"Setelah rencana karier sempat tertunda karena pandemi, hasil wawancara saya dengan media Australia justru memancing perhatian perusahaan peternakan. Mereka kemudian langsung menghubungi dan merekrut saya untuk menangani berbagai operasional mulai dari merawat anak sapi hingga mengoperasikan alat pertanian modern," ungkapnya.

Dalam salah satu wawancara dengan ABC News, Luthfin mengatakan bahwa ia takjub dengan peternakan modern di Australia yang memberi peran seimbang kepada perempuan. Ia berharap, perempuan Indonesia bisa memainkan peran yang lebih besar di industri peternakan Tanah Air pada masa mendatang.

"Yang saya sukai di sini (Northern Territory) adalah perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki," ujarnya

"Saya pikir perempuan juga bisa menjadi peternak yang lebih baik; kami sabar dan kami juga bisa mengelola banyak hal sekaligus," imbuhnya.

Kini, pengalaman dan kompetensinya di industri peternakan semakin diakui. Saat ini, Luthfin memegang posisi strategis sebagai Young Staff Manager (manajer muda) di salah satu perusahaan peternakan sapi berskala besar di Australia.



(faz/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads