Ngadu Harga Beras ke Mentan Diganjar Beasiswa S2 ke UK, Maba Undip: Nggak Expect

ADVERTISEMENT

Ngadu Harga Beras ke Mentan Diganjar Beasiswa S2 ke UK, Maba Undip: Nggak Expect

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikEdu
Selasa, 11 Agu 2026 10:56 WIB
Adriano Jeconia Padama, maba Undip jurusan Hubungan Internasional FISIP bersama Rektor Undip Suharnomo
Foto: Undip
Jakarta -

Adriano Jeconia Padama, seorang mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip), awalnya hanya mengadukan harga beras di kampungnya, Alor, NTT kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Kini Dede, panggilan Adriano, diganjar beasiswa S2 double degree di Undip dan University of Sheffield, Inggris.

"Sebagai apresiasi, mudah-mudahan Mas Adriano bisa bertumbuh dengan Undip, mungkin tiga setengah tahun lagi, atau empat tahun mudah-mudahan lulus maksimal. Kita akan kirim Mas Adriano ke Sheffield University, University of Sheffield di UK, dengan beasiswa dari Universitas Diponegoro," ujar Rektor Undip Prof Suharnomo, dikutip dari akun Instagram resmi Undip, @undip.official, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dede akan mendapatkan beasiswa double degree pada program Magister Administrasi Publik di Undip dan MA in Politics, Governance & Public Policy di University of Sheffield.

"Kami berharap Mas Adriano nanti tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak lebih luas lagi, tidak hanya untuk masyarakat Alor, tapi juga masyarakat NTT, secara umum untuk kita semua, bangsa Indonesia," harap Suharnomo.

ADVERTISEMENT

Dede sendiri tidak menyangka aksinya yang mengadukan harga beras di kampungnya ke Mentan Amran akan berakhir dirinya mendapatkan beasiswa S2 ke UK.

"Kesannya pasti saya senang. Walaupun saya sebenarnya tidak expect akan cerita seperti ini, karena pikiran saya adalah saya sampaikan dulu apa yang harus saya sampaikan. Tapi jika sudah sampai seperti ini, ya enak, Tuhan, terima kasih," tutur Dede.

Sebelumnya, Dede viral lantaran mengadukan harga beras di kampung halamannya, Alor, NTT kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman secara langsung saat upacara penerimaan maba Undip pada Kamis (6/8/2026) lalu.

Dede mengungkap harga beras di kampung halamannya sangat mahal. Dia memaparkan data yakni kebutuhan beras di Alor tak sebanding dengan kapasitas yang dihasilkan. Dede meminta agar kebutuhan beras di daerahnya yang sangat terpencil, bisa diperhatikan oleh Mentan Amran.

Dede menyebutkan, satu-satunya akses distribusi ke daerahnya adalah kapal. Akan tetapi, ketika musim hujan, curah hujan sangat parah.

"Masalahnya Pak, kebutuhan beras kami itu sekitar 24-27 ton per tahun. Sedangkan kemampuan kami cuma bisa 10%, sehingga harga beras sering naik dan mahal," ungkap Dede, dikutip melalui unggahan sosial media resmi Undip.

"Yang saya khawatirkan adalah banyak anak kecil yang terpaksa makan umbi-umbian dan yang saya tahu adalah kalau mereka makan umbi-umbian dari kecil, maka perut mereka akan penuh dengan gas, sehingga akan membesar dan, mohon maaf tapi, lubang pembuangan mereka akan mengecil. Itu benar-benar sangat menyakitkan, Pak," papar Dede.

Dede menyampaikan, di Alor ada sekitar 300 ribu penduduk. Ia mengatakan harga beras di area kota di tempat tinggalnya sekitar Rp 13-15 ribu, tetapi di pedalaman bisa sampai Rp 17-18 ribu lebih tinggi dari harga normal.

"Tapi kalau saat krisis, yang di pedalaman itu bisa sampai Rp 25 atau 30 ribu per kilo, Pak," kata Dede.

Aspirasi Dede ditanggapi oleh Mentan. Dalam forum tersebut Andi Amran Sulaiman kemudian menelepon jajaran dan pihak terkait untuk melakukan pengecekan dan intervensi distribusi pangan ke Alor.

"Oke Nak, saya ini nanti dirut (Bulog) tadi, kalau tidak ada gudang, bangun gudang di sana, gudang Bulog. Kemudian hari ini minta Dirut, sudah Dirut kirim beras di sana dan insya Allah di sana harganya cuma Rp 12.500 ya. Merata sampai daerah, seluruh pulau kita penuhi," kata Mentan Amran, dikutip melalui akun TikTok resmi.

Mentan beserta jajaran juga belakangan telah menuju ke Alor dan mengajak Dede. Ia menyebut, Dede adalah mahasiswa teladan yang memperjuangkan rakyat kecil, tidak basa-basi, tidak pencitraan, tidak mengatasnamakan, dan melihat fakta lapangan serta mengusulkan langsung ke menteri.

"Halo, saya Adriano Jekonia Padama, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Diponegoro. Saya sangat senang dan bangga karena saya bisa berkontribusi dalam kesejahteraan masyarakat di tempat saya lahir. Dan saya bisa memberikan sesuatu bagi negara dan juga bagi saudara-saudara saya di Kabupaten Alor," demikian kata Dede, panggilannya, dalam akun Instagram resmi Undip @undip.official yang diunggah Sabtu (8/8/2026), dikutip dan ditulis, Minggu (9/8/2026).



(nwk/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads