Anak-anak tumbuh dengan memperhatikan setiap perjuangan dan teladan nyata orang tuanya. Perjuangan ini bisa menjadi pemantik semangat seorang anak bisa berkembang lebih baik.
Hal itulah yang dirasakan Marsya Wijayanti, wisudawan Universitas Diponegoro (Undip) yang lulus dari program studi Manajemen dan Administrasi Logistik. Marsya merupakan putri bungsu dari seorang penjual kue tenongan di kawasan Jalan Pemuda Semarang.
Ia menyaksikan langsung kegigihan ibundanya berjualan kue tradisional, gorengan, hingga nasi bungkus menggunakan tenongan setiap hari. Tenongan merupakan wadah bundar bertingkat dari bambu, tempat bahan jualan diletakkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari latar belakangnya, Marsya berkuliah di Sekolah Vokasi Undip dengan bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Kini berhasil lulus, Marsya mengucapkan rasa syukur kepada setiap pihak yang mendukungnya.
"Saya ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua atas doa, kasih sayang, dan pengorbanan yang tidak pernah berhenti," katanya dikutip dari laman Undip, Jumat (31/7/2026).
"Dukungan mereka, beserta bantuan beasiswa yang saya terima, menjadi motivasi yang sangat berarti dalam perjalanan studi saya," sambung Marsya.
Proyeksikan Bidang Logistik Punya Peran Krusial
Ada alasan di balik pemilihan prodi yang dilaluinya saat berkuliah. Marsya mengaku punya ketertarikan mendalam terhadap efisiensi rantai pasok dan pengelolaan distribusi barang.
Ia juga menyakini bila sektor logistik punya peran penting dan menawarkan prospek karier luas di masa depan. Terutama logistik akan berhubungan langsung dengan industri nasional.
Bantuan pendidikan KIP-K yang diterima selama berkuliah menurut Marsya sangat membantu studi. Tidak hanya meringkan beban finansial keluarga, beasiswa ini membuatnya terus semangat berprestasi dan memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab.
Kini berhasil menyandang gelar Sarjana Terapan Logistik, Marsya ingin segera mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya secara profesional. Ia ingin berkarier di dunia kerja logistik, terus berinovasi, dan selalu membanggakan kedua orang tuanya.
Marsya juga berharap kampus almamaternya, Undip bisa terus berkembang.
"Harapannya agar Universitas Diponegoro terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan melahirkan lulusan berintegritas tinggi yang siap menjawab tantangan global," ucap Marsya.










































