Dosen ITS Kembangkan Sistem Mobil Listrik Tanpa Pengemudi, Ini Wujudnya

ADVERTISEMENT

Dosen ITS Kembangkan Sistem Mobil Listrik Tanpa Pengemudi, Ini Wujudnya

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 03 Agu 2026 18:15 WIB
Dosen Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Rudy Dikairono ST MT bersama mobil otonom yang dikembangkannya bersama tim dari STP ICT dan Robotika ITS.
Foto: ITS/Dosen Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Rudy Dikairono ST MT bersama mobil otonom yang dikembangkannya bersama tim dari STP ICT dan Robotika ITS.
Jakarta -

Dosen Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Rudy Dikairono ST MT bersama tim melihat peluang yang besar dari mobil listrik tanpa pengemudi. Awalnya, tim melihat mobil listrik sebagai tren yang patut dipertimbangkan.

Selain ramah lingkungan, mobil listrik juga memiliki biaya operasional dan perawatan yang lebih murah. Bahkan beberapa negara sudah mengembangkan mobil listrik tanpa pengemudi atau otonom.

Rudy mengungkapkan bahwa fitur otonom telah banyak tersedia pada merek mobil kelas atas seperti Tesla dan BMW. Ia memilih mengembangkan fitur otonom pada salah satu jenis mobil listrik yang sudah beredar di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk mobil yang sudah memiliki ADAS (Advanced Driver Assistance System) seperti ini, kita lakukan pergantian sistemnya dengan kita matikan ADAS bawaan dari mobilnya," jelasnya dalam laman ITS, dikutip Senin (3/8/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, implementasi pada mobil listrik lebih mudah untuk mengintegrasikan sistem elektroniknya. Melalui sistem yang dikembangkan oleh tim, mobil bisa beroperasi dalam dua mode, yakni manual maupun otonom.

"Kami ingin menghadirkan solusi otonom yang lebih inklusif dan terjangkau," ungkap pakar robotika dan sistem cerdas ITS itu.

Sistem otonom yang dikembangkan ini mengusung konsep modular dengan menambahkan berbagai sensor canggih. Mulai dari teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) yang merupakan sensor laser untuk mengukur jarak dan Global Positioning System (GPS) atau peta. Dengan kombinasi tersebut, mobil dapat membaca kondisi lingkungan secara komprehensif.

"Sistem kami membuat mobil mampu mengenali lingkungan dan menentukan rute secara mandiri," paparnya.

Selain itu, mobil juga mampu menentukan titik tujuan dan jalur perjalanan secara otomatis. Mobil dapat menyesuaikan rute berdasarkan kondisi di jalanan.

Tim telah melakukan uji coba sistem pada mobil listrik ini di lingkungan kampus ITS dengan mempertimbangkan regulasi di Indonesia. Hasilnya, kendaraan mampu mendeteksi hambatan dan merespons secara adaptif.

"Kami terus meningkatkan aspek keamanan agar kendaraan semakin responsif terhadap kondisi jalan," tutur Manajer Senior STP ICT dan Robotika ITS tersebut.

Ke depan, tim akan fokus meningkatkan kemampuan seperti manuver menyalip dan penyesuaian kecepatan otomatis. Sistem ini juga akan diterapkan pada sektor lain seperti pertanian dan industri.

"Kami terbuka untuk kolaborasi dengan industri agar inovasi ini bisa diimplementasikan lebih luas," ungkapnya.



(nir/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads