Matematika dalam Privasi Digital, Dosen Undip Terapkan Aljabar ke Aplikasi Antisadap

ADVERTISEMENT

Matematika dalam Privasi Digital, Dosen Undip Terapkan Aljabar ke Aplikasi Antisadap

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 29 Jul 2026 06:00 WIB
Dr Nikken Undip
Dr Nikken. Foto: Undip
Jakarta -

Matematika bukan hanya ilmu teori tapi bisa diaplikasikan untuk menjawab permasalahan dalam perlindungan data. Hal tersebut ditunjukkan oleh dosen Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip), Dr Nikken Prima Puspita, SSi, MSc, yang menerapkan konsep aljabar matriks dan vektor untuk sistem pengamanan data.

Ia memanfaatkan metode kriptografi Hill Cipher, yaitu teknik merahasiakan pesan melalui proses enkripsi dan dekripsi. Apa yang dimaksud dengan proses enkripsi adalah mengubah pesan asli menjadi bentuk acak. Sementara proses dekripsi adalah mengembalikan pesan acak ke bentuk semula.

Metode kriptografi Hill Cipher pertama kali diperkenalkan oleh Lester Hill pada 1929. Awalnya metode tersebut menggunakan operasi bilangan bulat modulo 26 yang hanya mencakup 26 huruf abjad Romawi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi karena teks modern sekarang jauh lebih kompleks dan mencakup huruf besar dan kecil, angka, serta tanda baca, maka Dr Nikken melakukan pengembangan terhadap metode tersebut.

"Kriptosistem ini diperumum menjadi Kriptografi Hill Cipher Modulo 95. Sistem ini melibatkan 95 karakter berupa huruf, angka, dan tanda baca, sedemikian hingga algoritma enkripsi dan dekripsinya melibatkan operasi sisa hasil bagi bilangan bulat 95," jelas Ketua Bidang Kajian Aljabar di Himpunan Matematika Indonesia (Indonesian Mathematics Society/IndoMS) itu, dikutip dari laman resmi kampus.

ADVERTISEMENT

Diwujudkan menjadi Aplikasi dan Diakui dengan HKI

Pengembangan aljabar tersebut pada akhirnya diwujudkan menjadi sebuah perangkat lunak oleh Dr Nikken bersama rekan, ahli informatika Undip yakni Nurdin Bahtiar, MT. Inovasi mereka telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor EC00202319591, dengan judul "Aplikasi Perangkat Lunak Kriptografi Hill-Cipher Modulo 95 Dengan Kode ASCII".

Aplikasi ini dinilai sangat membantu khususnya bagi masyarakat awam karena proses pengamanan data tidak lagi dengan perhitungan matematis manual. Maka, proses merahasiakan data jadi lebih praktis dan efisien.

Aplikasi Kriptografi Hill-Cipher Modulo 95 mempunyai beberapa tahapan dalam penggunaannya. Ketika membangun suatu kriptosistem, diperlukan kunci rahasia untuk proses enkripsi maupun dekripsi.

Pada aplikasi tersebut, pengguna memilih matriks berukuran 2x2 sebagai kunci. Dalam sistem ini, matriks kunci yang dipakai, dibatasi hanya pada matriks yang punya determinan sama dengan 1 atau -1.

Setelah matriks sandi dimasukkan, pengguna lalu menekan menu 'Hitung Invers' yang kemudian akan digunakan untuk proses mengembalikan pesan rahasia jadi pesan asli. Lalu, pengguna mengisi pesan asli (plain text) yang ingin diamankan.

Aplikasi yang dikembangkan oleh dosen Undip ini juga mendukung proses dekripsi, sehingga pesan acak bisa dikembalikan jadi teks yang bisa dibaca. Dengan menekan tombol proses, maka sistem akan menghitung invers matriks dan memperlihatkan kembali pesan asli yang sebelumnya dirahasiakan.

Ubah Stigma Matematika

Inovasi dalam keamanan siber ini paralel dengan misi Departemen Matematika Undip untuk mengubah stigma bahwa matematika hanyalah pelajaran yang sukar dipahami. Sebaliknya, matematika diperlihatkan sebagai ilmu yang aplikatif, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan berdampak langsung terhadap perkembangan teknologi sehari-hari.

Dr Nikken juga aktif dalam implementasi pemodelan aljabar dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Ia bersama dengan para mitra memanfaatkan matematika dalam menjawab berbagai persoalan praktis.

Salah satu contohnya pada 2022 pada pengabdiannya bersama Universitas Lampung dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, mereka mendapat penghargaan "Hibah IndoMS Mengabdi yang Paling Menginspirasi" lantaran penerapan matematika dalam pengelolaan hutan produktif secara lestari.



(nah/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads