Sempat Diremehkan, Izzat Buktikan Lolos UGM dengan Beasiswa Penuh

ADVERTISEMENT

Sempat Diremehkan, Izzat Buktikan Lolos UGM dengan Beasiswa Penuh

Cicin Yulianti - detikEdu
Sabtu, 01 Agu 2026 17:00 WIB
Izzat dan kedua orang tua
Izzat dan kedua orang tua. Foto: UGM
Jakarta -

Kata-kata dari seseorang bisa menjadi penghidup sekaligus peredup semangat. Seperti yang pernah dirasakan oleh Izzat El Umam Setiadi.

Saat sesi konsultasi masuk perguruan tinggi, ia sempat mendapat kata-kata "Kubur saja mimpinya". Kala itu Izzat menyatakan ingin masuk Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pihak sekolah mengingatkan Izzat agar lebih realistis. Pasalnya, tidak ada alumni dari sekolahnya yang masuk UGM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak mau hanya mengandalkan rekam jejak alumni, Izzat berusaha lewat kemampuannya sendiri. Dengan belajar yang tekun, Izzat membuktikan bahwa mimpinya masuk UGM akhirnya terwujud.

ADVERTISEMENT

Sempat Gagal Masuk Sekolah Favorit

Meski impian masuk UGM sudah ia raih, Izzat pernah mengalami kegagalan dalam menembus SMP dan SMA favorit. Sedih pasti, tetapi kegagalan tersebut membuat mental Izzat terbentuk.

"Dari pengalaman itu saya belajar enggak apa-apa gagal, yang penting terus mencoba," ujarnya dikutip dari laman UGM, Jumat (31/7/2026).

Setelah memasuki SMA, Izzat akhirnya memantapkan impiannya untuk berkuliah di UGM. Sejak saat itu, ia mulai mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan mengikuti berbagai kompetisi untuk membangun portofolio.

Selama bersekolah Izzat juga aktif mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Geografi hingga lolos ke tingkat provinsi dengan peringkat keempat di tingkat kabupaten.

Selain itu, ia juga pernah jadi juara dalam ajang lomba Ekonomi Syariah yang diselenggarakan Universitas Jenderal Soedirman. Tak hanya itu, Izzat juga aktif mengembangkan kemampuan bahasanya lewat English Club.

Lolos UGM dengan Beasiswa Penuh

Izzat mengikuti seleksi UGM lewat jalur Ujian Mandiri. Jelang pengumuman, ia tak henti mendirikan salat tahajud setiap malam.

Saat pengumuman muncul, Izzat sempat tegang hingga akhirnya dinyatakan lolos. Ia langsung sujud syukur dan memberitahukan orang tuanya.

"Saya langsung sujud syukur," kenangnya.

Rasa syukur Izzat juga ditambah karena ia meraih uang kuliah tunggal (UKT) Rp 0 atau beasiswa penuh. Dengan begitu, kedua orang tua Izzat tak begitu khawatir lagi soal pembiayaan.

"UKT nol ini benar-benar membantu. Saya jadi bisa fokus mengembangkan diri selama kuliah besok," tuturnya.

Alasan Masuk Teknologi Pangan dan Pertanian

Izzat memilih prodi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. Ketertarikannya berasal dari sebuah konten hasil mahasiswa Teknologi Pangan.

Mahasiswa tersebut mengenalkan sebuah inovasi kemasan mie instan yang berbahan delatin dan bisa dikonsumsi. Izzat pun tertarik dengan isu food waste, sampah plastik hingga ketahanan pangan.

Menurut Izzat, teknologi pangan sangat dibutuhkan untuk masyarakat. Kini, sampah sudah merajalela sehingga dibutuhkan inovasi untuk mengurangi sampah hasil pangan.

Kini, Izzat akan berusaha fokus mendalami bidang tersebut. Impian ini menurutnya tidak bisa tercapai tanpa bantuan orang tua.

Ia menyemangati calon mahasiswa lain yang masih gagal. Ia yakin usaha dan doa yang kuat akan mengantarkan kepada keberhasilan.

"Semangat terus mengejar mimpi dan jangan pernah menguburnya. Selama kita terus mencoba, pasti akan ada jalannya," pesannya.



(cyu/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads