Perjalanan Yasita Lulus Doktor di UGM pada Usia 27 Tahun, Apa yang Diteliti?

ADVERTISEMENT

Perjalanan Yasita Lulus Doktor di UGM pada Usia 27 Tahun, Apa yang Diteliti?

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 30 Jul 2026 08:15 WIB
Resita, lulusan doktor termuda UGM berusia 27 tahun
Inspiratif! Anak Petani Pematang Siantar Raih IPK 3,99, Jadi Lulusan Terbaik IPB. Foto: UGM
Jakarta -

Senang dan bangga pada hari wisuda sangat dirasakan oleh Yesita Vera Saraswati. Dalam momen berharga tersebut, ia memperoleh gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bukan cuma itu, Yesita juga menyabet wisudawan doktor termuda UGM karena usianya masih 27 tahun. Sementara, rata-rata 90 lulusan doktor pada periode yang sama sekaligus 19 lulusan doktor periode sebelumnya adalah sekitar 42 tahun.

"Rasanya luar biasa. Ada perasaan lega ketika segala sesuatu yang dulunya terasa sangat berat akhirnya terbayar setelah lulus," ungkapnya dilansir melalui laman UGM, dikutip Rabu (29/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lulus dengan IPK 3,99

Prestasi Yesita dalam pendidikan doktor juga dibuktikan lewat IPK yang ia raih sebesar 3,99 atau mendekati sempurna. Yesita sendiri adalah lulusan program studi doktor Ilmu Peternakan. Untuk meraih gelar ini, Yesita mengaku banyak perjuangan yang sudah dikeluarkan, mulai dari tenaga, biaya, emosi, dan waktu.

ADVERTISEMENT

Terlebih saat masa penyelesaian tugas akhir, Yesita harus mengurusi juga 70-80 mahasiswa S1 dan S2 yang melakukan penelitian bersamanya.

"Dinamikanya tidak hanya pada diri saya sendiri, tetapi bagaimana saya melakukan manajerial tim dari berbagai laboratorium, sementara di sisi lain saya juga harus tetap menyusun disertasi untuk keperluan studi pribadi saya," tuturnya.

Ambil Fast Track S2-S3

Alasan lain mengapa Yesita bisa lulus dalam usia muda adalah karena ia mengikuti program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Walau akhirnya mengambil program ini, sebelumnya tak pernah terpikir untuk menjalaninya.

"Sebenarnya saya tidak kepikiran sebelumnya karena waktu itu masih masa Covid. Akhirnya saya melanjutkan S2 dan S3 melalui program PMDSU di Fakultas Peternakan UGM," jelasnya.

Teliti Potensi Genetik Ayam Lokal

Disertasi berjudul "Studi Karakteristik Eksterior dan Genetik Ayam Lokal dan Persilangannya" mengantarkan Yesita lulus S3 UGM dengan baik. Ia meneliti tentang pembentukan ayam lokal galur baru. Ia mengkaji potensi genetik dari ayam-ayam lokal di Indonesia yang memiliki segmen pasas tersendiri.

"Jadi kami berusaha untuk melakukan perbaikan mutu genetik ayam lokal melalui persilangan dan seleksi sampai saat ini sudah mencapai generasi kelima," jelasnya.

Tantangan Selama Jalani S3

Selama menjalani penelitian, Yesita dihadapkan berbagai tantangan. Trial dan error harus dia hadapi saat mengawinkan dan menyilangkan ayam.

"Jadi saya bisa belajar bagaimana memanajemen waktu sekaligus orang-orang yang bergabung di dalam tim, sembari juga tetap menjalin relasi dan mencari pendanaan dan sebagainya," ungkap Yesiita.

Selain kuliah, Yesita juga aktif falam kegiatan sosial dan organisasi kampus, mulai dari kegiatan kesenian, membuat publikasi dan hak cipta.

"Bagi saya, di samping studi, kita harus tetap menjalin relasi sosial yang baik dengan orang lain dan menyeimbangkan kesenangan agar hidup tetap seimbang," ungkapnya.

Harapan Yesita ke depannya ingin menjadi dosen. Keinginannya tersebut sudah terbesit sejak SMA karena ia senang mengumpulkan dan mengajak anak kecil belajar bersama.

"Bagi saya, pembelajaran tidak akan pernah putus meskipun sudah menyelesaikan jenjang S3," tutupnya.



(cyu/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads