Purbaya Dapat Gelar Profesor dari Kampus China, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Purbaya Dapat Gelar Profesor dari Kampus China, Ini Alasannya

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 24 Jun 2026 12:00 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pendapat akhir mewakili Presiden saat Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Dalam rapat tersebut, DPR menyetujui RUU Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi Undang-Undang (UU). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperoleh gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) bidang Ekonomi dari Universitas Nankai, China.

Kementerian Keuangan dalam laman resminya menjelaskan, Presiden (Rektor) Universitas Nankai Prof Chen Yulu melalui surat resmi mengundang Purbaya untuk menghadiri seremoni penganugerahan gelar Profesor Kehormatan yang akan digelar di Kampus Tianjin, China.

Purbaya juga diundang untuk mengisi kuliah kehormatan. Lebih lanjut, presiden Universitas Nankai mengundang Purbaya untuk berdialog dengan peneliti dan akademisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Mengapa Purbaya Dapat Gelar Profesor dari Kampus China?

Berdasarkan keterangan Kemenkeu dari keputusan Universitas Nankai, pemberian gelar Profesor Kehormatan pada Purbaya merupakan pengakuan atas kontribusi dan kepemimpinannya dalam mengelola keuangan publik, membangun ekonomi, dan menguatkan penguatan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara.

Lebih lanjut, dalam keputusan Universitas Nankai tersebut disampaikan, penghargaan gelar Profesor Kehormatan juga didasarkan pada kontribusi Purbaya dalam mendorong kemajuan ekonomi dan keuangan di tingkat nasional maupun internasional.

Kata Purbaya soal Gelar Profesor Kehormatan

Megapresiasi pemberian gelar Profesor Kehormatan, Purbaya mengatakan penghargaan lebih dari soal pengakuan atas kontribusi dan capaian individu. Ia menilai, penghargaan tersebut mencerminkan hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan China, termasuk di bidang ekonomi, keuangan, dan pendidikan.

"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia dan insan pengelola keuangan negara yang terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi nasional," ucapnya.

Purbaya berharap pemberian gelar Profesor Kehormatan ini dapat memperkuat hubungan akademik dan kerja sama Indonesia-China. Ia juga berharap, penghargaan ini memperluas peluang kolaborasi riset, pendidikan, dan kebijakan ekonomi untuk pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.

"Saya meyakini bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan para pembuat kebijakan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks,"ucapnya.

Pendidikan Purbaya

Dalam arsip detikEdu tercatat, Purbaya menggantikan Menkeu Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan sejak Senin (8/9/2025). Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebelumnya lulus dari kampus dalam negeri dan luar negeri, yakini:

  • S1 Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB).
  • Master of Science dan PhD bidang ekonomi, Purdue University, AS

Rekam Jejak Karier Purbaya

Lulus dari ITB, Purbaya semula masuk industri minyak dan gas, salah satunya dengan menjadi Field Engineer di perusahan migas multinasional Schlumberger Overseas SA.

Semenrara itu, usai lulus studi pascasarjana, Purbaya bergabung dengan dengan Danareksa Research Institute, BUMN PT Danareksa. Dari ekonom senior, Purbaya meniti karier hingga menjadi Chief Economist di lembaga riset tersebut, serta menjadi Direktur Utama PT Danareksa Securities.

Pada 2010, Purbaya menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia juga menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional .

Purbaya juga menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia saat Luhut Binsar Pandjaitan menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Saat Luhut menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Purbaya ditunjuk menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi.

Pada Juli 2016 - Mei 2018, Purbaya juga menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Ia kemudian menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi pada Mei 2018-September 2020.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 58/M Tahun 2020 tanggal 3 September 2020, ia kemudian menjadi Ketua Dewan Komisioner LPS, sebelum menjadi Menkeu.



(twu/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads