×
Ad

Profil Ayden, Peserta Clash of Champions yang Raih Beasiswa Universitas Harvard

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 06 Jul 2026 11:15 WIB
Foto: Instagram/Ayden Victory Haoken
Jakarta -

Nama Ayden Victory Haoken naik daun usai diperkenalkan sebagai peserta Clash of Champions season 3. Mahasiswa asal Indonesia itu diketahui merupakan penerima beasiswa di universitas top dunia.

Ayden sebelumnya merupakan siswa SMA di Sinarmas World Academy (SWA), Tangerang, Banten. Ia menjalani sekolah dengan kurikulum internasional atau International Baccalaureate (IB).

IB adalah kurikulum yang dirancang untuk mengembangkan pemikiran kritis, keterampilan penelitian, dan perspektif global. Ayden juga perlu menekuni IGCSE (International General Certificate of Secondary Education) yaitu kualifikasi akademik yang diakui secara global untuk siswa berusia 14 hingga 16 tahun. Sertifikat ini dapat digunakan sebagai bukti prestasi akademik ke universitas top dunia.

"Menekuni IGCSE mengajariku harus disiplin dan mengatur waktu. Menurutku Kurikulum IB juga membantuku untuk tidak cuma fokus pada tugas akademik, tapi juga membangun hal-hal yang akan membantu kehidupan ke depannya," jelas Ayden seperti dikutip dari unggahan Instagram @swa_jkt Senin (6/7/2026).

Panen Prestasi Internasional dari Bangku Sekolah

Sejak masih SMA Ayden juga sudah memupuk prestasi setingkat global. Pada 2024, Ayden dinobatkan sebagai Pemenang Global Rise. Ia mengembangkan Sistem Pengisian Zenith yakni sebuah kendaraan pertanian bertenaga surya yang mempromosikan energi terbarukan.

Ia pun pernah meraih penghargaan Makalah Penelitian STEM Terbaik dari Universitas Tokyo dan Penghargaan Desain Industri FRC untuk robotika, yang disponsori oleh General Motors. Berdasarkan laman resmi SWA, Ayden juga mengasah kemampuannya dalam kepemimpinan. Salah satunya ada Realsify, platform B2B yang dirancang untuk menghasilkan prospek dan memvalidasi ide bisnis menggunakan API Google Analytics untuk UMKM.

Sebelumnya, pada 2022 Ayden sempat menjalani magang di University of Malaya, Malaysia. Di sana ia melakukan penelitian fotonika dan teknik. Dikutip dari LinkedIn miliknya, Ayden juga menerbitkan 3 makalah penelitian dalam proses magang tersebut.

Ayden juga telah membuat platform pembuatan sales funnel yang serba guna, yakni TriRise Labs. Pengalamannya dalam memimpin agensi pemasaran mendorongnya membangun sistem SaaS yang komplit untuk menyederhanakan proses penjualan dan distribusi produk fisik dan digital. Terbaru, ia membuat AngelFlows, yaitu agensi penghasil prospek yang menawarkan aliran prospek yang dapat diprediksi baik melalui iklan maupun melalui mesin pembuatan konten.

Diterima di Universitas Top Dunia

Berkat kerja kerasnya, siswa angkatan 2025 itu berhasil meraih beasiswa penuh dan dana hibah startup dari Universitas Harvard. Seperti diketahui, universitas ini senantiasa menduduki posisi teratas dalam universitas paling bergengsi dan selektif di dunia.

Ayden juga menerima beasiswa penuh dari Stanford University dan UC Berkeley. Ia juga diterima di University of Pennsylvania (Wharton School), Purdue University, University of Washington (Seattle), UCLA, dan UC San Diego.

Ayden merasa yang membuatnya menonjol dari pendaftar lain adalah caranya menyambungkan jargon teknis dengan hal-hal yang ia pelajari dalam sastra.

"Walaupun aku tidak menekuni itu di perkuliahan, tapi aku yakin itu bisa membantu menggambarkanmu sebagai seseorang," ungkapnya.

Pada akhirnya, pilihan Ayden jatuh pada Universitas Harvard. Saat ini ia sedang melanjutkan studinya di jurusan Applied Mathematics and Economics.



Simak Video "Video: Harvard-Donald Trump Capai Kesepakatan USD 500 Juta"

(nir/nah)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork