MAN IC Sumedang Raih Medali Perunggu di Kompetisi Dunia, Lawan Mahasiswa S1-S2

ADVERTISEMENT

MAN IC Sumedang Raih Medali Perunggu di Kompetisi Dunia, Lawan Mahasiswa S1-S2

Devita Savitri - detikEdu
Sabtu, 06 Jun 2026 09:00 WIB
Tiga murid MAN IC Sumedang peraih medali perunggu kompetisi inovasi internasional di Malaysia 2026.
Tiga murid MAN IC Sumedang peraih medali perunggu kompetisi inovasi internasional di Malaysia 2026. Foto: Kementerian Agama RI
Jakarta -

Kabar prestasi kembali datang dari siswa-siswi kebanggaan Indonesia. Kali ini, prestasi datang dari tiga murid Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sumedang yang berhasil bawa pulang medali perunggu di kompetisi inovasi internasional.

Ketiganya adalah Zahwa Tsabita Karima, Naura Mayla Hana Hakima, dan Naufal Dzaki Hibatullah. Dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS), 30-31 Mei 2026, yang berlangsung di Malaysia, trio tersebut hadirkan inovasi penyimpanan daging bertenaga surya bernama Smart Chill.

Inovasi itu hadir dari persoalan distribusi hasil panen di Indonesia. Para murid ini menemukan bila hasil panen banyak yang rusak sebelum sampai ke tangan konsumen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, hadirlah inovasi di bidang agrikultur dengan judul Smart Chill (Smart Solar Storage): An Integrated Solar-Powered Cold Storage Innovation for Reducing Post-Harvest Losses in Tropical Food Systems.

ADVERTISEMENT

Inovasi Penyimpanan Dingin Bertenaga Surya

Kepala MAN IC Sumedang, Hilal Najmi menjelaskan Smart Chill adalah alat penyimpanan dingin yang bertujuan menjaga kesegaran hasil pertanian lebih lama. Menariknya, inovasi ini memanfaatkan energi surya agar bisa digunakan di wilayah pedesaan yang akses listriknya masih terbatas.

"Sistem ini menggabungkan panel surya, baterai penyimpanan energi, material penyimpan suhu dingin, serta pemantauan berbasis Internet of Things (IoT)," tutur Hilal dikutip dari laman Kemenag, Jumat (5/6/2026).

Melalui inovasi ini, MAN IC Sumedang ingin membantu petani mengurangi kerugian karena adanya risiko kerusakan setelah panen. Dengan begitu, pendapatan petani diharapkan bisa meningkat sekaligus mengurangi emisi karbon, dan mendukung ketahanan pangan di daerah tropis.

Lawan Mahasiswa S1 dan S2

Dalam kompetisi ini, Smart Chill tergabung dengan subtema agriculture. Karya trio Zahwa, Naura, dan Naufal ini harus bersaing dengan puluhan karya dari berbagai negara.

Masih duduk di kelas X, trio ini bersaing melawan mahasiswa program S1 bahkan S2 di IYS 2026. Melalui tangan-tangan murid SMA ini, Smart Chill berhasil menembus peringkat 12 finalis terbaik dan diundang untuk presentasi langsung di Malaysia.

Salah satu peserta, Zahwa mengaku sempat gugup saat mengetahui lawan mereka mayoritas mahasiswa. tetapi setelah berdiskusi dan bertemu langsung dengan peserta dari berbagai negara, rasa gugup itu berubah jadi motivasi tinggi.

"Kami menyadari bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkontribusi melalui ide dan inovasi. Pengalaman ini membuat saya lebih percaya diri untuk terus belajar dan bermimpi besar," ungkap Zahwa.

Di depan juri, ketiganya mempresentasikan konsep Smart Chill dalam sesi poster exhibition. Selama presentasi tersebut, ketiganya ditanya soal aspek teknis, manfaat, dan potensi implementasi inovasi tersebut.

Melalui kompetisi ini, Naura menyatakan dirinya banyak belajar, terutama soal penyampaian ide yang baik. Ide tersebut harus bisa memberikan dampak bagi masyarakat.

"Kompetisi ini mengajarkan saya untuk berpikir lebih kritis dan lebih terbuka terhadap berbagai persepektif," urainya.

Bertemu langsung dengan berbagai inovasi dari belahan dunia lain, Naufal mengaku sangat terkesan. Dunia pada dasarnya tidak kehilangan sosok hebat yang memiliki ide luar biasa untuk menyelesaikan masalah nyata masa kini.

"Dari pengalaman ini saya belajar bahwa inovasi bukan hanya tentang teknologi canggih, tetapi tentang bagaimana kita dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Bronze Medal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan Smart Chill dan menciptakan inovasi yang lebih baik lagi," ucapnya.

Hilal Najmi juga memberikan apresiasi kepada murid-muridnya. Baginya, keberanian murid untuk bersaing di kompetisi internasional sangatlah luar biasa.

"Kami bersyukur atas capaian ini. Yang paling membanggakan bukan hanya medali yang diraih, tetapi keberanian siswa untuk bersaing dengan mahasiswa dari berbagai negara melalui gagasan yang menawarkan solusi nyata bagi persoalan pertanian," kata Hilal lagi.




(det/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads