×
Ad

Mengabdi di Desa, Guru SD Pangandaran Raih Beasiswa Guruku Unpad

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Minggu, 24 Mei 2026 07:00 WIB
Guru SD Negeri 1 Bojong Pangandaran, Ihwan Subekti, SPd berhasil meraih Beasiswa Guruku Unpad Foto: Dok. Unpad
Jakarta -

Peluncuran program "Beasiswa Guruku: Guru Unggul Raih Kualitas" oleh Universitas Padjadjaran (Unpad) membawa angin segar bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya bagi para pendidik yang mengabdi di kawasan pedesaan.

Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan pemerataan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, memberikan peluang emas bagi guru-guru daerah untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik mereka.

Salah satu cerita inspiratif lahir dari pesisir Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Pangandaran. Ihwan Subekti, SPd, seorang guru yang sehari-hari mendedikasikan dirinya di SD Negeri 1 Bojong Pangandaran, berhasil terpilih sebagai penerima program beasiswa ini.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga simbol harapan bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah tempatnya mengabdi.

Mengajar di daerah pedesaan diakui Ihwan memiliki dinamika tersendiri yang dipenuhi tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas pendukung hingga kondisi belajar siswa yang bervariasi. Kendati demikian, keterbatasan tersebut justru menjadi bahan bakar bagi dirinya untuk terus bertumbuh.

"Setiap pagi saya memulai hari dengan satu keyakinan. Saya percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam merancang masa depannya melalui ikhtiar, doa, dan bertawakal kepada Allah subhanahu wa ta'ala," ungkap Ihwan.

Dalam praktik pembelajarannya di kelas, Ihwan selalu berupaya menciptakan suasana yang aktif dan inovatif. la memiliki prinsip bahwa pemahaman terbaik siswa akan lahir apabila materi pelajaran dikemas secara kontekstual dan dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari anak-anak di pedesaan.

Baginya, kesempatan emas melalui Beasiswa Guruku Unpad ini merupakan pijakan berharga untuk memperluas dampak positifnya. Menggunakan analogi sains, ia menggambarkan pentingnya sinergi dalam dunia pendidikan.

"Seperti rangkaian listrik yang hanya bekerja saat semua komponen saling terhubung, ilmu, kepedulian, dan tindakan kecil yang kita lakukan hari ini dapat menjadi cahaya bagi masa depan. Dan saya percaya perubahan besar lahir dari guru yang terus belajar, tumbuh, dan berkembang bersama mereka," tambah Ihwan.



Simak Video "Vdieo: Respons Kadisdik Jabar soal Viral Siswa Acungkan Jari Tengah ke Guru "

(crt/pal)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork