Pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum akan segera membangun Sekolah Rakyat terbesar di Nagari Tanjung Gadih, Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sekolah Rakyat tersebut ditargetkan bisa menampung hingga 3.000 pelajar.
Berdiri di lahan seluas 16 hektare, saat ini tahap pembangunan sudah memasuki fase pematangan lahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya, (pembangunan dimulai) secepat-cepatnya, saat ini Nindya Karya sedang pematangan lahan. Tadinya dia minta tiga minggu. Tapi saya minta dalam satu minggu (pematangan lahan) selesai," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam detikSumut dikutip Jumat (22/5/2026).
Dody menegaskan pengerjaan tidak boleh dilakukan sembarangan. Ia menekankan jika sekolah termasuk kategori bangunan beresiko tinggi atau high risk building.
"Secepatnya, tapi tidak bisa sembarangan juga, karena bangunan ini high risk building. Kalau sembarangan, takutnya ambruk," jelasnya.
Dody juga meminta agar akses jalan menuju kawasan sekolah diperlebar hingga 5,5 meter agar distribusi logistik, seperti kebutuhan makanan bagi ribuan siswa, dapat berjalan lancar.
Tanah Merupakan Hibah dari Wamen BUMN
Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan lahan pembangunan sekolah berasal dari hibah keluarga besar Dony Oskaria, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seluas 10 hektare. Pihaknya mengatakan akan meminta tambahan sekitar 6 hektare lagi.
"Keluarga besar Pak Dony Oskaria menghibahkan tanah kepada kami sekitar 10 hektare, dan ini kita minta tambah 6 hektare lagi. Hibahnya sudah berjalan dan proses sertifikat juga sudah selesai," kata Eka.
Eka Putra memastikan pembangunan proyek tersebut mulai melibatkan tenaga kerja lokal sesuai ketentuan yang berlaku.
"Sekarang warga lokal sudah banyak yang bekerja di sini," ujarnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulsel Kejar Target
Selain Sekolah Rakyat terbesar di Sumatera Utara, pemerintah juga kebut pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Melalui PT Waskita Karya, Sekolah Rakyat Sulsel ini sedng dibangun di lima kabupaten mencakup Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, dan Barru.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan Waskita melibatkan sekitar 3.000 pekerja. Sebanyak 41 persen di antaranya merupakan tenaga kerja lokal.
"Seluruh tim bekerja siang dan malam dengan semangat secara bergantian, demi menjaga target pembangunan agar selesai tepat waktu. Kondisi lapangan yang cukup dinamis ditambah cuaca hujan menjadi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan, tapi kami tetap berkomitmen menjaga mutu dengan baik sesuai standar dan spesifikasi yang berlaku," ujar Paulus dalam detikFinance dikutip Jumat (22/5/2026).
Adapun pembangunan Sekolah Rakyat Sulsel meliputi asrama siswa, asrama guru, sarana ibadah, ruang serbaguna, dan lainnya. Paulus menambahkan, kini pengerjaan SR Sulsel sudah pada tahap arsitektur serta penyelesaian atau finishing.
"Proyek ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas yang lebih layak dan aman bagi ratusan ribu siswa. Kami juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti keberlanjutan serta kemampuan beradaptasi demi memastikan bangunan dapat mendorong kegiatan belajar dan mengajar secara maksimal," ungkap Paulus.
