Motivasi Pria Punya 14 Gelar S1 dan 3 Gelar S2, Nggak Stop Kuliah dari 1999-2026

ADVERTISEMENT

Motivasi Pria Punya 14 Gelar S1 dan 3 Gelar S2, Nggak Stop Kuliah dari 1999-2026

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 13 Mei 2026 13:00 WIB
Welin Kusuma
Foto: Dok pribadi Welin Kusuma
Jakarta -

Tak ada setahun pun sejak 1999 sampai sekarang, yang dilewatkan Welin Kusuma tanpa kuliah. Pria berusia 40 tahunan ini memiliki total 14 gelar S1, 3 gelar S2, dan puluhan gelar profesi.

"Selalu, pasti saya terdaftar, selalu terdaftar (sebagai mahasiswa) gitu. Jadi kalau nggak S1 ya S2 gitu ya, atau barengan gitu. Jadi nggak pernah kosong, karena menurut saya, ini ya, saya ingin eksplor untuk tahu macam-macam ilmu gitu," kata Welin kepada detikEdu (12/5/2026).

Apabila sudah lulus dari suatu program studi (prodi), Welin akan langsung mendaftar ke prodi lain. Meski begitu terkadang memang ada saat-saat di mana ia tidak bisa langsung mendaftar karena belum yudisium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau misalnya sudah lulus, saya langsung daftar lagi gitu. Kecuali kalau memang sekarang ini agak sulit kadang kan, karena ada sistem di PDDikti itu dia ngecek NIK. Jadi kalau belum yudisium itu nggak bisa daftar lagi," ungkap Welin.

"Tapi kalau setelah sudah yudisium, langsung saya daftar gitu," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Saat ini pun, Welin tengah kuliah S1 Teknologi Pendidikan di Universitas Terbuka (UT) dan menjalani sertifikasi profesi sambil bekerja. Berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta pernah ia jajal sebagai mahasiswa.

"Saya awalnya ngambil di swasta. Waktu itu saya ambil di Surabaya, itu Universitas Surabaya, universitas swasta. Tapi setelah itu saya juga ngambil yang di negeri, ada di Unair gitu, lalu ada ITS," ungkapnya.

Lantas, apa motivasi Welin giat kuliah?

Orang Tua Jadi Sumber Inspirasi

Welin melihat, dahulu orang tuanya ingin kuliah, tetapi tidak ada biaya. Sehingga, mereka hanya mengambil kursus. Meski begitu, ada banyak jenis kursus yang diambil oleh orang tua Welin.

"Saya lihat, oh ternyata dengan kita belajar itu banyak gunanya ternyata. Kalau kita lulus salah satu bidang atau beberapa bidang, kita bisa menyelesaikan banyak permasalahan gitu ya," ungkapnya.

Pernah Alami Kendala Skripsi dan Tesis Barengan

Welin pernah mengalami skripsi dan tesis bersamaan. Saat itu ia sempat mengalami kendala karena kedua tanggung jawab tersebut berbarengan dengan dirinya yang sudah bekerja.

Ia bahkan pernah mendapat surat peringatan drop out. Namun, karena sudah berkomitmen, maka ia bertekad menyelesaikan semuanya dan lulus.

"Satunya 19 semester, satunya 10 semester. Cuma saya tetap tahu, kan saya komit, oh saya memang sudah ngambil gitu ya, effort-nya sudah luar biasa. Jadi saya atur waktunya, jadi setiap semester saya ada target, harus lulus paling nggak satu program studi gitu. Jadi setiap semester saya pasti berkurang bebannya gitu, dan terakhir-akhirnya saya berhasil lulus semua juga," terangnya.

Ia juga mengingat-ingat bahwa dahulu teknologi tidak secanggih sekarang. Ia mulai kuliah sejak internet belum cukup dikenal.

"Saya mulainya dari zaman sebelum ada internet, di '99 kan internetnya masih belum terkenal gitu ya. Jadi orang-orang tertentu aja yang pakai. Waktu itu saya belum ada juga, jadi belum punya akses ke internet. Jadi ngerjainnya manual gitu," ujar Welin.

"Cuma memang sudah ada komputer gitu ya. Jadi sudah ada komputer, nge-print lumayan sih pakai komputer bisa nge-print gitu ya," lanjutnya.

Ke Depannya Masih Ingin Kuliah Lagi

Sejauh ini IPK tertinggi yang ia dapat sekitar 3,9 prodi S1 Ekonomi Manajemen di STIE Urip Sumoharjo, yang sekarang menjadi Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya (IKBIS).

Welin menyampaikan sebenarnya ia ingin S3. Meski begitu, saat ini ia masih baru akan mempertimbangkan studi ke depannya lantaran baru saja berkeluarga pada Februari 2026 lalu.

"Apakah nuntut gitu ya, nanti sudah ada keluarga, lalu harus kuliah lagi gitu ya. Cuma memang saya carinya kuliah yang, kalau bisa nggak ini ya, nggak terlalu memberatkan," kata Welin.

"Jadi waktunya bisa disambi, dan saya lihat banyak kok sekarang yang kuliahnya dari perguruan tinggi negeri pun ada yang buka kelas, yang bisa online gitu. Jadi lebih condong ke hybrid sih, jadi ada tetap mukanya tapi ada juga yang online-nya," imbuhnya.



(nah/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads