Kisah Abdul, Anak Petani yang Sukses S2-Jadi Wisudawan Terbaik di UNJ

ADVERTISEMENT

Kisah Abdul, Anak Petani yang Sukses S2-Jadi Wisudawan Terbaik di UNJ

Cicin Yulianti - detikEdu
Jumat, 24 Apr 2026 17:30 WIB
Kisah Abdul, anak petani yang jadi wisudawan terbaik di UNJ
Kisah Abdul, anak petani yang jadi wisudawan terbaik di UNJ. Foto: UNJ
Jakarta -

Latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik tinggi. Hal itu dibuktikan oleh Abdul Muin yang sukses menuntaskan studi magisternya di Universitas Negeri Jakarta.

Putra seorang petani tersebut dinobatkan sebagai wisudawan terbaik di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ setelah lulus dari Program Studi Magister Pendidikan Geografi dengan capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,87.

Abdul mengaku perjalanan studinya penuh tantangan sekaligus pembelajaran berharga. Ia tidak hanya ditempa secara akademik, tetapi juga diasah dalam cara berpikir dan memahami berbagai persoalan, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan dan pembangunan wilayah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rasanya campur aduk antara bahagia dan haru. Selama kuliah, saya benar-benar ditempa, bukan hanya secara akademik, tetapi juga cara berpikir dan memandang persoalan, khususnya terkait lingkungan dan pembangunan wilayah," ungkapnya dikutip dari laman UNJ, Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ibu Jadi Motivasi Besar

Di balik capaian tersebut, peran keluarga menjadi fondasi utama. Abdul menyebut sang ibu sebagai sumber motivasi terbesarnya. Ia ingin mempersembahkan keberhasilan ini untuk perempuan yang telah berjuang membesarkannya sebagai petani.

"Kalau hari ini saya bisa sampai di titik ini, itu bukan karena saya hebat, tapi karena doa seorang ibu yang tidak pernah putus," katanya.

Selain itu, dorongan dari sang ayah juga menjadi pengingat agar ia terus melanjutkan pendidikan. Nasihat tersebut yang kemudian menguatkan langkah Abdul hingga berhasil menuntaskan pendidikan dari jenjang sarjana hingga magister.

Tantangan Selama Kuliah

Tak selalu berjalan mulus, Abdul menemui tantangan saat mengerjakan tesis. Ia sempat diuji dalam hal konsistens dan kesabaran.

Adapun tesisnya membahas soal peran geografi dalam memahami potensi daerah. Ia ingin menggunakannya untuk membantu pembangunan berbasis kearifan lokal.

Tesis Abdul mengangkat topik indikator sumber daya alam dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan di Kasepuhan Cibarani, Lebak, Banten. Ia ingin melihat seberapa besar potensi desanya.

Tantangan-tantangan selama kuliah Abdul berhasil hadapi dengan manajemen waktu yang baik. Selain itu, ia menetapkan target realistik dan menjaga agar ritme belajar tidak berubah.

"Kunci utamanya bukan kerja keras sesaat, tapi konsistensi dalam hal-hal kecil yang dilakukan terus-menerus," jelasnya.

Kepada mahasiswa yang masih menempuh pendidikan, Abdul menyampaikan pesan agar senantiasa semangat dalam belajar. Menurutnya, perjuangan dan doa orang-orang terdekat sangatlah berpengaruh.

"Tidak harus selalu jadi yang paling pintar. Yang penting mau terus belajar, tidak mudah menyerah, dan tetap ingat tujuan awal," pesannya




(cyu/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads