Ini Tips Rayyan Bisa Lolos 13 Kampus Top di Luar Negeri: Aktif di Luar Kelas!

ADVERTISEMENT

Ini Tips Rayyan Bisa Lolos 13 Kampus Top di Luar Negeri: Aktif di Luar Kelas!

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Selasa, 07 Apr 2026 18:31 WIB
Ahmad Ali Rayyan Shahab (17) diterima di 15 perguruan tinggi di 6 negara.
Foto: Dok. pribadi/Ahmad Ali Rayyan Shahab (17) diterima di 13 kampus top luar negeri
Jakarta -

Keberhasilan tidak datang dalam proses yang singkat. Begitulah yang dilewati oleh Ahmad Ali Rayyan Shahab, siswa asal MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan yang berhasil diterima di 13 universitas terkemuka di luar negeri.

Apa yang diraihnya sekarang sudah dipersiapkan sejak ia pertama kali masuk ke bangku SMA, tepatnya di kelas 10. Kemudian saat kelas 11, ia berhasil lolos program pertukaran siswa ke Finlandia. Berawal dari situ, tekadnya kuat untuk melanjutkan studinya ke luar negeri.

Rayyan, sapaannya, mengakui bahwa sejak kelas 10 ia terus mengumpulkan portofolio berupa pengembangan diri, pengalaman, dan prestasi. Baginya, studi ke luar negeri tak hanya soal persiapan administrasi, tapi juga hal-hal di luar akademik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

4 Dokumen Administrasi yang Wajib Disiapkan

Rayyan membagikan bahwa ada beberapa dokumen penting yang perlu disiapkan untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Sebelum mendaftar, pastikan semua dokumen sudah disiapkan jauh-jauh hari untuk mempermudah proses pendaftaran.

1. Sertifikat IELTS (International English Language Testing System)

Menurutnya, memiliki sertifikat IELTS adalah harga mutlak jika seseorang berniat untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Karena pastinya, bahasa Inggris akan menjadi bahasa pokok dalam interaksi sehari-hari.

ADVERTISEMENT

"Teman-teman, kalau mau keluar negeri, itu harus punya sertifikat IELTS, jadi harga mutlak, gitu loh, karena teman-teman semua nanti butuh bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari, bahasa pengantar," ujarnya kepada detikEdu, Selasa (7/4/2026).

Meski ketentuan di setiap universitas bisa berbeda-beda, setidaknya skor IELTS yang dibutuhkan ada di angka 6,5.

2. Berkas Resmi yang Diterjemahkan

Dokumen-dokumen umum seperti rapor, kartu keluarga, dan yang lainnya perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah.

3. Hasil Tes SAT (Scholastic Assessment Test)

Meski tidak seluruhnya, beberapa universitas di AS dan sejumlah negara meminta hasil tes SAT-sebuah tes internasional untuk mengukur kesiapan akademik siswa SMA saat akan melanjutkan jenjang sarjana.

"Selain itu juga, beberapa universitas yang aku tuju itu meminta aku lagi untuk memberikan hasil tes SAT, namanya tes SAT itu kayak tes UN-nya Amerika itu harus latihan soal matematika dan bahasa Inggris dengan kesulitan yang cukup menantang," jelas Rayyan.

4. Motivation Letter dan Essay

Rayyan menyebut, beberapa universitas biasanya akan meminta motivation letter atau essay yang menceritakan secara personal para calon mahasiswanya.

"Beberapa universitas lagi, mereka juga akan meminta motivation letter namanya, entah bisa motivation letter, bisa personal insight questions, bisa essay yang menuntut kamu, menuntut kita yang mau daftar itu untuk menceritakan gitu loh, terkait dengan diri kita karena mereka lagi-lagi pengen tahu tentang diri kita," paparnya.

5 Langkah Menyusun Portofolio

Selain persiapan administrasi, Rayyan juga menceritakan pengalamannya dalam menyusun portofolio untuk mendaftar kuliah di luar negeri. Proses ini tentu tidak instan, bahkan membutuhkan beberapa tahun untuk membuatnya.

1. Bersiap Sejak Kelas 10, Bukan Kelas 12

Menurut Rayyan, persiapan untuk berkuliah di luar negeri hendaknya dimulai dengan menabung portofolio sejak duduk di kelas 10. Ia juga mengatakan bahwa melalui proses ini dibutuhkan effort yang lebih.

"Kita harus bisa mempersiapkan dari jauh-jauh hari, seperti misalnya melakukan organisasi, atau melakukan hal-hal yang akan berkaitan dengan apa yang mau kita studi selanjutnya," jelasnya.

2. Mengembangkan Hobi yang Sejalan dengan Prodi Tujuan

Dengan terus mengasah hobi yang dimiliki, kemampuan diri akan berkembang seiring berjalannya waktu. Rayyan memiliki hobi menulis sejak kecil dan minat terhadap sains dan lingkungan.

"Aku itu punya hobi yang aku kembangkan, dan hobi aku itu hobi menulis gitu, jadi aku sering menulis artikel, opini, dan artikel-artikel itu berkaitan dengan sains, seperti kayak lebih banyak ke biologi dan lingkungan," ucapnya.

3. Mempublish Karya di Platform Nyata

Hobi menulisnya tidak berhenti sampai di situ. Ia juga berkesempatan untuk mempublikasikan hasil tulisannya pada platform ternama. Dari situ, karyanya akan lebih mudah dikenal secara luas.

"Dan apa ya, effort aku dalam menulis itu kemudian dilihat, dan aku kemudian mendapatkan kesempatan untuk bisa mem-publish salah satu artikelku gitu di GreenFaith," tuturnya.

4. Aktif di Luar Kelas, Tidak Terpaku pada Nilai Akademik

Selain hobi menulis yang ia kembangkan, portofolio Rayyan juga meliputi kegiatan luar kelas dengan menjadi pembicara (menggunakan bahasa Inggris) pada ajang internasional AICIS+-Annual International Conference on Islam, Science, and Society.

"Jangan hanya di sekolah itu fokus di akademi, artinya teman-teman eksplorlah passion teman-teman, baik itu organisasi, baik itu ekstrakurikuler, jadi teman-teman itu bisa membedakan diri, teman-teman," sarannya.

5. Membuat Proyek Komunitas yang Nyata

Selanjutnya, Rayyan juga aktif membuat proyek komunitas terkait lingkungan yang ia lakukan bersama teman-temannya, seperti membantu mengolah sampah makanan di sekolah.

Namun, perlu diketahui juga bahwa tidak semua kampus di luar negeri itu lebih baik daripada universitas dalam negeri. Bahkan ada banyak universitas luar negeri dengan ranking jauh lebih rendah daripada kampus-kampus di Indonesia.

Rayyan menyarankan agar memilih universitas unggulan jika akan melanjutkan studi ke luar negeri.

"Terkadang, universitas luar negeri itu tidak berarti otomatis lebih baik dari universitas di sini atau lebih ketat persaingannya. Nah, jadi untuk bisa dapat di universitas luar negeri saja itu sebenarnya mudah, tapi kalau mau dapat universitas yang top," tuturnya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads