Diterima 13 Kampus Bergengsi Dunia, Ini Rahasia Rayyan Siswa MAN IC Pekalongan

ADVERTISEMENT

Diterima 13 Kampus Bergengsi Dunia, Ini Rahasia Rayyan Siswa MAN IC Pekalongan

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Selasa, 07 Apr 2026 16:30 WIB
Ahmad Ali Rayyan Shahab
Ahmad Ali Rayyan Shahab siswa MAN IC Pekalongan. Foto: Dok. pribadi Ahmad Ali Rayyan Shahab
Jakarta -

Dulu tak pernah membayangkan untuk menempuh pendidikan di luar negeri, tetapi kini Ahmad Ali Rayyan Shahab menerima 15 letter of acceptance (LoA) dari 13 universitas unggul di dunia. Apa rahasia siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Pekalongan ini memperolehnya?

Minat Rayyan untuk melanjutkan studi ke luar negeri baru muncul saat ia masuk di semester 2 kelas 10. Ia mengakui keinginannya melanjutkan pendidikan ke luar negeri didorong oleh nuansa dan persaingan akademik yang kental di sekolahnya.

Ia kemudian mencoba untuk menemukan informasi terkait pertukaran pelajar melalui media sosial. Hingga akhirnya Rayyan melabuhkan pilihannya pada program AFS Intercultural Programs, yakni program pertukaran pelajar SMA/sederajat dari kelas 10 dan 11 yang menjembatani perbedaan antarbudaya yang ada di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di situ aku tertarik untuk mengikuti itu. Jadi itulah yang menjadi awal bagi aku mau pergi keluar gitu loh. Merasakan gimana sih kehidupan di luar, sekolah di luar berteman dengan orang luar," ujar Rayyan saat diwawancarai detikEdu pada Senin (6/4/2026).

Untuk dapat lolos mengikuti program tersebut, ia harus mengikuti serangkaian tes yang terdiri dari administrasi, wawancara, dan focus group discussion (FGD). Di dalam grup tersebut peserta diminta untuk melakukan presentasi dan diskusi yang disaksikan juga oleh evaluator.

ADVERTISEMENT

Lalu, Rayyan dinyatakan lolos program pertukaran pelajar ke Finlandia. Ia menghabiskan masa kelas 2 SMA-nya selama 9 bulan di sana. Pengalaman tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk melanjutkan studi sarjananya juga di luar negeri.

"Jadi untuk kemauannya muncul itu ceritanya sebenarnya seperti itu. Dan juga ada dorongan dari orang tua, dorongan dari guru-guru dan teman-teman di lingkungan MAN ICP yang apa ya, luar biasa gitu," tuturnya.

Siswa kelahiran 28 Mei 2008 itu ternyata sudah memiliki hobi menulis sejak kecil dan juga pernah menulis buku. Ia mengatakan salah satu caranya mengumpulkan portofolio untuk studi ke luar negeri adalah dengan menulis artikel bertema biologi dan lingkungan yang diterbitkan juga di greenfaith.com.

"Nah, dan aku juga selama ketika exchange itu, aku juga menulis gitu, bagaimana misal di Finlandia mereka itu dapat menjaga lingkungan mereka melalui daur ulang gitu," jelasnya.

Ia mengatakan, mempersiapkan portofolio tidak kalah penting dengan memperoleh nilai rapor yang tinggi. Pasalnya, untuk berkuliah ke luar negeri tidak cukup hanya dengan nilai bagus, tapi juga harus memiliki visi, aksi, dan konsistensi.

Portofolio artikel yang ia buat, sesuai dengan jurusan apa yang menjadi tujuannya yaitu lingkungan. Menurutnya, penting untuk mengetahui minat di bidang apa dan mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. Uniknya, ia mengaku tidak pernah memenangkan lomba selama SMA, pencapaiannya ini murni hasil kreativitas yang dipersiapkannya sedemikian rupa.

"Selama SMA, aku tuh nggak pernah ikut lomba dan memenangkan lomba, gitu tapi portofolio aku itu muncul dari kreativisme aku di bidang tersebut," ungkapnya.

"Setelah itu aku juga buat community project terkait dengan lingkungan di mana aku tuh membantu mengolah sampah makanan di sekolah, gitu, jadi itu yang aku lakukan untuk persiapan portofolio," imbuhnya.

Selain itu, ia juga sempat diundang sebagai pembicara pada Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025. Pada kesempatan tersebut, Rayyan menjadi pembicara menggunakan bahasa Inggris.

Kemampuan Bahasa Inggris Harga Mutlak

Menurutnya, memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik adalah harga mutlak untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Caranya dengan memiliki sertifikat IELTS dengan minimal skor di 6,5. Sebab nantinya, kemampuan berbahasa Inggris akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Teman-teman kalau mau keluar negeri, itu harus punya sertifikat IELTS itu jadi harga mutlak, gitu loh, karena teman-teman semua nanti butuh bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari, bahasa pengantar, sehingga mereka akan membutuhkan nilai IELTS di atas mungkin 6,5 gitu," jelasnya.

Secara umum, dua hal tersebut yang membantu Rayyan untuk dapat diterima oleh 13 kampus top luar negeri yang ada di Amerika Serikat (AS), Kanada, Belanda, Inggris, dan Australia. Kampus yang menerimanya terdiri dari:

  1. University Of California, San Diego-Amerika Serikat
  2. University of California, Davis-Amerika Serikat
  3. University of British Columbia-Kanada
  4. University of Toronto-Kanada
  5. University of Waterloo-Kanada
  6. McGill University-Kanada
  7. Wageningen University & Research-Belanda
  8. University of Manchester-Inggris
  9. University of Auckland-Selandia Baru
  10. Monash University-Australia
  11. University of Queensland-Australia
  12. Adelaide University-Australia
  13. University of Western Australia.

Pilih Kampus di Kanada

Dari banyaknya universitas yang sudah menerimanya, Rayyan memutuskan untuk mengambil jurusan teknik di University of British Columbia, Kanada. Sekaligus, ia juga mengajukan beasiswa Garuda dari Kemendiktisaintek dan LPDP.

"Nah yang akan aku ambil dan yang aku telah ajukan ke beasiswa Garuda itu di University of British Columbia di Kanada, aku sedang mengajukan untuk funding dari Garuda di prodi Bachelor of Applied Sciences, atau sebenarnya itu teknik di situ, jadi kaya nanti aku akan ngambil 1 tahun teknik umum, kemudian nanti 3 tahun setelahnya teknik lingkungan," jelasnya.

"Yang pengen aku rasain di luar negeri itu adalah, aku bertemu dengan orang-orang baru, artinya pengalaman dan rasa kebaruan itu ya menemui lingkungan baru, kemudian bertemu dengan budaya dan situasi yang baru itu menambah perspektif aku dan aku menjadi orang yang lebih aware (paham) dengan diriku dan sekitarku gitu," pungkasnya.

Penulis adalah peserta magang Kemnaker di detikcom.




(nah/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads