Punya Waktu Khusus untuk Belajar, Alvira Jadi Maba Termuda Unair Berusia 14 Tahun

ADVERTISEMENT

Punya Waktu Khusus untuk Belajar, Alvira Jadi Maba Termuda Unair Berusia 14 Tahun

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 07 Apr 2026 10:00 WIB
Alvira, maba Unair yang berhasil lulus SNBP di usia 14 tahun.
Alvira, maba Unair yang berhasil lulus SNBP di usia 14 tahun. Foto: dok. Universitas Airlangga
Jakarta -

Menyambut kelulusan peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) banyak cerita-cerita menarik yang datang dari para mahasiswa baru (maba) di berbagai kampus. Kali ini, cerita datang dari maba termuda Universitas Airlangga (Unair), Alvira Nur Azizah.

Alvira diketahui berhasil lolos menjadi maba program studi (prodi) yang ketat di Unair, yakni S1 Farmasi, pada usia 14 tahun 7 bulan. Ia memilih prodi Farmasi lantaran ingin melanjutkan ilmu yang telah diperoleh saat jenjang SMK.

"Saya memilih Farmasi karena ingin melanjutkan ilmu dari SMK jurusan Farmasi Industri. Unair adalah salah satu kampus dengan jurusan farmasi terbaik di Indonesia dan kampus impian saya," ungkapnya, dikutip dari laman resmi Unair, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan Murid Akselerasi

Alvira mengaku terkejut sekaligus bahagia saat mengetahui dirinya diterima Unair. Bila melihat cerita maba lainnya, mereka yang berhasil diterima dalam usia muda lantaran mengikuti program akselerasi.

ADVERTISEMENT

Tapi, tidak dengan Alvira. Ia menceritakan dirinya menempuh pendidikan taman kanak-kanak (TK) pada usia yang sangat dini.

Bahkan, ketika mendaftar Madrasah Ibtidaiyah (MI)/setara SD, pihak sekolah sempat kaget melihat usianya. Pertimbangan guru TK meluluskan Alvira karena ia dianggap sudah mampu memahami pelajaran.

"Kepala sekolah menerima dengan pertimbangan akan diulang kembali entah kelas 4 atau 5. Tapi sampai mau kelulusan, saya tidak diminta untuk mengulang seperti yang dipertimbangkan di awal," ceritanya.

Waktu yang Tepat untuk Belajar

Punya pemahaman yang mumpuni meski di usia muda, Alvira merupakan sosok yang disiplin dalam membagi waktu. Ia sudah memiliki jadwal harian, termasuk masalah belajar.

Setiap pulang sekolah, Alvira akan istirahat sebentar sebelum belajar. Ia baru mulai proses belajar sehabis salat Maghrib hingga pukul delapan malam.

Selain waktu yang telah ditetapkan, Alvira kerap mengulang dan menghafalkan materi pada waktu lain. Sebelum tidur dan setelah bangun pagi menjadi waktu yang menurutnya paling tepat untuk menerima materi.

"Tips belajar dari saya adalah mengambil poin-poin penting dari materi, lalu pelajari dan hafalkan. Waktu paling gampang menerima pelajaran itu malam sebelum tidur dan pagi setelah bangun," tuturnya.

Alvira bercita-cita ingin menjadi seorang apoteker yang andal. Sebagai anak semata wayang, ia memiliki motto kuat untuk bisa sukses.

"Motto yang saya tanamkan pada diri saya adalah harus berjuang sampai sukses karena saya anak tunggal. Harapan orang tua satu-satunya yang bisa mereka banggakan," tegas Alvira.

Akan kembali jadi sosok termuda di kelas, Alvira mengungkapkan bahwa dirinya sedikit gugup untuk menghadapi dunia perkuliahan. Kendati demikian, ia dengan tegas mengaku akan beradaptasi dengan lingkungan baru di Unair.

Selain itu, Alvira juga memberikan pesan semangat untuk murid-murid yang belum lulus SNBP 2026. Ia mengimbau agar calon mahasiswa baru yang tengah berjuang untuk terus melibatkan Tuhan.

"Teruntuk teman-teman yang sedang berjuang, tetaplah semangat belajar dan jangan menyerah mengejar impian. Jangan lupa juga berdoa kepada Tuhan agar diberi kemudahan," pungkasnya.




(det/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads