Rahasia Zibran, Peserta Termuda yang Lolos SNBP Unesa pada Usia 16 tahun

ADVERTISEMENT

Rahasia Zibran, Peserta Termuda yang Lolos SNBP Unesa pada Usia 16 tahun

Devita Savitri - detikEdu
Senin, 06 Apr 2026 18:30 WIB
Maba termuda Unesa dari jalur SNBP 2026.
Maba termuda Unesa dari jalur SNBP 2026. Foto: dok. Universitas Negeri Surabaya
Jakarta -

Berbeda dengan teman sebayanya, Fatahila Zibran Riki Pratama berhasil masuk Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di usia kurang dari 16 tahun. Ia dinobatkan sebagai peserta termuda yang lolos Unesa dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Kini, siswa asal MAN 1 Ngawi itu siap menempuh pendidikan di program studi (prodi) Ilmu Hukum, Kampus 5 Magetan, Unesa. Pemilihan prodi ini berangkat dari ketertarikannya terhadap isu sosial-politik dan aspek penyelidikan hukum.

"Dunia hukum menawarkan tantangan analisis mendalam yang relevan dengan minatnya di bidang humaniora," kata sosok yang akrab dipanggil Zibran itu, dikutip dari laman Unesa, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahasia Lulus SNBP 2026 di Usia 16 Tahun

Predikat peserta termuda yang lolos Unesa dari jalur SNBP didapatkan Zibran dengan penuh perjuangan. Perjalanan pendidikannya memang tergolong tidak biasa.

Sejak jenjang MTs (setara SMP), ia terpilih masuk ke kelas unggulan. Kelas unggulan menjadi gerbang awal bagi Zibran untuk mengikuti program akselerasi dengan pola belajar yang cepat.

ADVERTISEMENT

Pola belajar ini terus berlanjut hingga jenjang Aliyah (SMA) di MAN 1 Ngawi. Meski harus menghadapi tumpukan tugas dan mempelajari materi yang padat, Zibran mampu beradaptasi dengan kemampuannya.

Dengan manajemen waktu yang baik, Zibran berhasil menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah dalam, waktu singkat. Baginya, proses ini menjadi strategi untuk membuka peluang karier yang lebih luas.

"Semakin cepat pendidikan selesai, semakin cepat pula saya bisa mengejar apa yang ingin dicapai," ungkapnya lagi.

Pilih Unesa Agar Dekat dengan Kakek-Nenek

Bukan hanya pertimbangan akademik, Zibran memilih Unesa Kampus Magetan karena ingin berbakti kepada kuliah. Ia mengaku ingin tinggal dan menjaga kakek dan neneknya.

"Saya memilih kuliah di Magetan agar tetap bisa tinggal dan menjaga kakek-nenek. Kondisi saat ini belum memungkinkan bagi saya untuk merantau jauh," ceritanya.

Kakek Zibran, Muh Romli, mengucap syukur melihat cucunya bisa diterima dan segera berkuliah di Unesa. Meski pilihan prodi Zibran sempat diragukan, Romli tetap percaya kepada pilihan cucunya.

"Alhamdulillah, semoga Zibran bisa belajar dengan baik di Unesa dan menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa," harap Romli.

Zibran siap membuka lembaran baru sebagai mahasiswa hukum di Unesa. Ia telah bertekad untuk menjadi praktisi hukum yang peka terhadap persoalan masyarakat.

"Sekaligus mematahkan stigma negatif terkait hukum yang masih berkembang di lingkungan sekitarnya," tandasnya.




(det/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads