Lulus S1 biasanya memakan waktu empat tahun. Namun berbeda dengan Fathimatus Putri Ardiana, lulusan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berhasil meraih gelar sarjana dalam 3,5 tahun.
Putri, sapaannya, tak hanya lulus relatif cepat tapi memiliki nilai memuaskan. Pasalnya, ia berhasil lulus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unesa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92.
Selama kuliah, ia juga aktif berorganisasi. Dirinya sempat menjadi Kepala Departemen Dikti HMP Pendidikan IPS tahun 2024 serta Sekretaris Umum BSO Social Movement Solidarity.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inisiatif Membuat Mapel IPS Jadi Lebih Kreatif
Putri menyelesaikan studi S1 dengan meneliti pembelajaran mata pelajaran (mapel IPS). Skripsinya berjudul "Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Flipbook terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa," menjadi bukti dedikasinya terhadap dunia pendidikan.
Berawal dari keresahannya tentang pelajaran IPS yang monoton dengan hafalan, ia berinisiatif melakukan pendekatan digital kontekstual. Ia membuat subjek-subjek pada pelajaran IPS menjadi interaktif.
Pendekatan tersebut, mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah secara faktual.
Ketajaman risetnya juga membawanya menjadi juara umum dan Best Presentation pada Pekan Ilmiah Andalas 2025 di Universitas Andalas. Tak hanya itu, ia juga mendapat hibah penelitian Fisipol Unesa tahun 2024.
Konsisten Adalah Kuncinya
Di balik torehan prestasi yang dimilikinya, mahasiswa asal Mojokerto itu konsisten untuk melakukan langkah kecil setiap harinya. Bagi Putri, keberhasilan tidak datang dari langkah besar yang kebetulan.
Dibesarkan dalam keluarga sederhana, ia terbiasa untuk bekerja keras dan ikhlas menjalani hidup. Sikap itulah yang membuatnya mampu menuntaskan masa kuliahnya dalam waktu 3,5 tahun.
"Satu paragraf yang ditulis hari ini jauh lebih berharga daripada menunggu kesempurnaan tanpa kemajuan," ujarnya, dikutip dari laman resmi Unesa, Minggu (15/3/2026).
Selain itu, keselarasan antara prestasi akademik dan kemampuan berorganisasi juga membentuknya menjadi pribadi yang adaptif dan mandiri.
Setelah berhasil meraih gelar sarjana, Putri berniat untuk mengabdikan diri sebagai pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu dan materi, tapi juga menginspirasi murid-muridnya.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(faz/faz)











































