Asal-usul Istilah Timur Tengah, Ternyata Lahir dari Perspektif Barat

ADVERTISEMENT

Asal-usul Istilah Timur Tengah, Ternyata Lahir dari Perspektif Barat

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Kamis, 05 Mar 2026 09:00 WIB
Dubai merupakan kawasan yang memiliki peradaban modern. Gemerlap kota Dubai di kala malam pun membuat kota ini jadi salah satu kota tak pernah tidur di dunia.
Ilustrasi kawasan Timur Tengah Foto: Getty Images
Jakarta -

Dunia tengah dihebohkan oleh perseteruan Amerika Serikat (AS) dengan negara Timur Tengah, Iran. Selama ini, wilayah tersebut identik dengan negara mayoritas muslim serta gurun pasirnya. Tapi tahukah detikers, kalau Timur Tengah justru muncul dari istilah yang digunakan bangsa Eropa di masa lalu?

Setidaknya, terdapat belasan negara yang berada di kawasan Timur Tengah atau dalam bahasa Inggris Middle East tersebut menurut World Atlas. Jauh sebelum Perang Dunia (PD) II pecah, peta dunia masih berpusat di Eropa tepatnya London, Inggris.

Saat itu, bagian tengah Timur Tengah disebut dengan Timur Dekat, yaitu wilayah yang membentang dari Laut Mediterania hingga Teluk Persia atau wilayah Orient, paling dekat dengan Eropa. Dari Teluk Persia hingga Asia Tenggara disebut Timur Tengah, dan wilayah-wilayah yang menghadap Samudra Pasifik, disebut Timur Jauh, dikutip dari Britannica.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahun 1902, seorang ahli strategi angkatan laut Amerika, Alfred Thayer Mahan ditugaskan menggambar wilayah penting Kerajaan Inggris. Saat itu, wilayah antara India dan Teluk Persia dinamakan "Timur Tengah," dengan Eropa sebagai patokannya. Oleh sebab itu, sejarah menyebut pada tahun tersebut istilah Timur Tengah bermula.

Dikutip dari India Today, istilah "Tengah" yang dimaksud adalah wilayah antara Timur Dekat dan Timur Jauh. Secara geografis, "Dekat" berarti Balkan dan wilayah Ottoman, sementara "Jauh" yaitu China dan Jepang. Seluruh penetapan titik wilayah tersebut diukur dari London sebagai pusat peta dunia masa itu.

ADVERTISEMENT


Istilah "Timur Tengah" Mulai Digunakan, Tapi Belum Jelas Batasannya

Seiring ekspansi Kerajaan Inggris, maka dibutuhkan pula nama sebagai penyebutan sejumlah wilayah. Misalnya, Mesir yang masuk dalam kelompok negara Timur Tengah karena terletak di bagian Timur London, tapi tidak sejauh ujung Timur Asia.

Sementara wilayah yang jaraknya lebih jauh ke timur dari London, seperti India Britania masuk ke dalam kelompok Timur Jauh. Penamaan ini dilakukan atas kepentingan petunjuk arah jalur kekaisaran, serta strategi angkatan laut.

Seiring berjalannya waktu, istilah bangsa Eropa kuno itu mulai digunakan oleh para pejabat Inggris dan Amerika. Dari situlah, dunia mulai mengenal kawasan Timur Tengah dan yang lainnya, serta digunakan untuk kepentingan strategi militer dan diplomasi.

Sejumlah negara baru mulai terbentuk di kawasan tersebut, saat PD I selesai dan runtuhnya Kekaisaran Ottoman. Sementara itu, istilah "Timur Tengah" masih terus digunakan hingga saat ini meski banyak pendapat berbeda mengenai cakupan wilayahnya.


Timur Tengah sebagai Konotasi Negatif

Sejumlah negara Timur Tengah kerap dikaitkan dengan berbagai konflik seputar minyak, perang, hingga ketidakstabilan. Pemberitaan media internasional tentang negara-negara yang terlibat konflik di wilayah tersebut membuat publik berasumsi negatif.

Sejumlah kritikus merasa pelabelan tersebut justru menciptakan blok sempit yang menutupi keunikan setiap negaranya. Padahal, kawasan tersebut terdiri dari negara-negara dengan latar belakang bahasa, agama, dan sejarah yang berbeda-beda.

Penggunaan istilah "Timur Tengah" yang sudah sangat lumrah, adalah bukti bahwa bahasa tersebut sudah sangat mengakar. Berbagai bidang seperti jurnalisme, diplomasi, hingga ruang-ruang percakapan publik seakan mengabadikan istilah tersebut.

Jadi, Timur Tengah bukanlah istilah yang digunakan murni untuk mengetahui atasan wilayah, melainkan sebagai strategi yang dibuat oleh kerajaan. Sekali lagi, "Tengah" yang dimaksud adalah titik yang mulai dihitung dari London, Inggris, sehingga tidak berlaku secara hukum internasional.

Adapun negara-negara yang masuk dalam kawasan Timur Tengah lengkap dengan ibukotanya.

Negara Timur Tengah dan Ibukotanya

  • Mesir: Kairo
  • Iran: Teheran
  • Irak: Baghdad
  • Arab Saudi: Riyadh
  • Turki: Ankara
  • Yaman: Sana'a
  • Kuwait: Kuwait City
  • Suriah: Damaskus
  • Lebanon: Beirut
  • Yordania: Amman
  • Oman: Muscat
  • Uni Emirat Arab (UEA): Abu Dhabi
  • Palestina: Yerusalem Timur/Ramallah
  • Bahrain: Manama
  • Qatar: Doha
  • Israel: Tel Aviv



(sls/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads