Dunia tengah dihebohkan oleh perseteruan Amerika Serikat (AS) dengan negara Timur Tengah, Iran. Selama ini, wilayah tersebut identik dengan negara mayoritas muslim serta gurun pasirnya. Tapi tahukah detikers, kalau Timur Tengah justru muncul dari istilah yang digunakan bangsa Eropa di masa lalu?
Setidaknya, terdapat belasan negara yang berada di kawasan Timur Tengah atau dalam bahasa Inggris Middle East tersebut menurut World Atlas. Jauh sebelum Perang Dunia (PD) II pecah, peta dunia masih berpusat di Eropa tepatnya London, Inggris.
Saat itu, bagian tengah Timur Tengah disebut dengan Timur Dekat, yaitu wilayah yang membentang dari Laut Mediterania hingga Teluk Persia atau wilayah Orient, paling dekat dengan Eropa. Dari Teluk Persia hingga Asia Tenggara disebut Timur Tengah, dan wilayah-wilayah yang menghadap Samudra Pasifik, disebut Timur Jauh, dikutip dari Britannica.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 1902, seorang ahli strategi angkatan laut Amerika, Alfred Thayer Mahan ditugaskan menggambar wilayah penting Kerajaan Inggris. Saat itu, wilayah antara India dan Teluk Persia dinamakan "Timur Tengah," dengan Eropa sebagai patokannya. Oleh sebab itu, sejarah menyebut pada tahun tersebut istilah Timur Tengah bermula.
Dikutip dari India Today, istilah "Tengah" yang dimaksud adalah wilayah antara Timur Dekat dan Timur Jauh. Secara geografis, "Dekat" berarti Balkan dan wilayah Ottoman, sementara "Jauh" yaitu China dan Jepang. Seluruh penetapan titik wilayah tersebut diukur dari London sebagai pusat peta dunia masa itu.
Istilah "Timur Tengah" Mulai Digunakan, Tapi Belum Jelas Batasannya
Seiring ekspansi Kerajaan Inggris, maka dibutuhkan pula nama sebagai penyebutan sejumlah wilayah. Misalnya, Mesir yang masuk dalam kelompok negara Timur Tengah karena terletak di bagian Timur London, tapi tidak sejauh ujung Timur Asia.
Sementara wilayah yang jaraknya lebih jauh ke timur dari London, seperti India Britania masuk ke dalam kelompok Timur Jauh. Penamaan ini dilakukan atas kepentingan petunjuk arah jalur kekaisaran, serta strategi angkatan laut.
Seiring berjalannya waktu, istilah bangsa Eropa kuno itu mulai digunakan oleh para pejabat Inggris dan Amerika. Dari situlah, dunia mulai mengenal kawasan Timur Tengah dan yang lainnya, serta digunakan untuk kepentingan strategi militer dan diplomasi.
Sejumlah negara baru mulai terbentuk di kawasan tersebut, saat PD I selesai dan runtuhnya Kekaisaran Ottoman. Sementara itu, istilah "Timur Tengah" masih terus digunakan hingga saat ini meski banyak pendapat berbeda mengenai cakupan wilayahnya.
Timur Tengah sebagai Konotasi Negatif
Sejumlah negara Timur Tengah kerap dikaitkan dengan berbagai konflik seputar minyak, perang, hingga ketidakstabilan. Pemberitaan media internasional tentang negara-negara yang terlibat konflik di wilayah tersebut membuat publik berasumsi negatif.
Sejumlah kritikus merasa pelabelan tersebut justru menciptakan blok sempit yang menutupi keunikan setiap negaranya. Padahal, kawasan tersebut terdiri dari negara-negara dengan latar belakang bahasa, agama, dan sejarah yang berbeda-beda.
Penggunaan istilah "Timur Tengah" yang sudah sangat lumrah, adalah bukti bahwa bahasa tersebut sudah sangat mengakar. Berbagai bidang seperti jurnalisme, diplomasi, hingga ruang-ruang percakapan publik seakan mengabadikan istilah tersebut.
Jadi, Timur Tengah bukanlah istilah yang digunakan murni untuk mengetahui atasan wilayah, melainkan sebagai strategi yang dibuat oleh kerajaan. Sekali lagi, "Tengah" yang dimaksud adalah titik yang mulai dihitung dari London, Inggris, sehingga tidak berlaku secara hukum internasional.
Adapun negara-negara yang masuk dalam kawasan Timur Tengah lengkap dengan ibukotanya.
Negara Timur Tengah dan Ibukotanya
- Mesir: Kairo
- Iran: Teheran
- Irak: Baghdad
- Arab Saudi: Riyadh
- Turki: Ankara
- Yaman: Sana'a
- Kuwait: Kuwait City
- Suriah: Damaskus
- Lebanon: Beirut
- Yordania: Amman
- Oman: Muscat
- Uni Emirat Arab (UEA): Abu Dhabi
- Palestina: Yerusalem Timur/Ramallah
- Bahrain: Manama
- Qatar: Doha
- Israel: Tel Aviv
