Usai lulus jenjang sarjana, tak sedikit orang yang merasa bingung dengan arah kariernya. Apakah lanjut magister (S2) atau bekerja dahulu ya?
Pertanyaan ini coba dijawab seorang staf HRD dari perusaha multinasional Jepang dan Indonesia, Rizki Hanindia Rasyid. Ia juga merupakan alumnus jurusan Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Airlangga (Unair).
Sosoknya hadir sebagai pembicara kuliah tamu di Unair dengan tajuk "Setelah S1: Berkarir atau Studi Lanjut S2". Ia juga sosok alumnus kebanggaan Unair.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bangga karena bisa mengetahui keinginan ke depan," kata Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Jepang, Nunuk Endah Srimulyani SS MA PhD dilansir laman Unair, Jumat (6/3/2026).
Raih Beasiswa dan Exchange ke Jepang
Perempuan dengan sapaan Hanindia tersebut bercerita, dirinya sempat mendapatkan beasiswa unggulan dari Bank Indonesia. Ia juga pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Kansai University.
Pengalaman tersebut menjadi menguatkan minat Hanindia terhadap Jepang. Saat kembali ke Indonesia, ia segera menyelesaikan tugasnya dan lulus pada 2024.
Bekerja Dulu Setelah Lulus
Hanindia sendiri bekerja dulu setelah lulus. Ia mendapatkan pekerjaan sebagai translator di sebuah perusahaan multinasional.
Ia menjelaskan, perbedaan budaya membuat posisinya ditempatkan ssbagai bagian dari HRD.
"Dalam budaya profesional Jepang, pekerjaan translator dinilai sebagai pekerjaan irreguler sehingga menduduki dua posisi," katanya.
Tantangan Bekerja di Perusahaan Multinasional
Meskipun bekerja di perusahaan multinasional adalah impian banyak orang, tetapi bekerja di perusahaan semodel ini menurut Hanindia memiliki beberapa tantangan.
Menurutnya, pekerja harus mengerti banyak istilah manufaktur berbahasa Jepang. Hal ini akan semakin menantang jika selama kuliah tidak diasah.
Hanindia pun sempat merasa kewalahan dengan hal tersebut. Namun ia putuskan untuk pantang menyerah dan tetap menyelesaikan pekerjaannya.
Lanjut S2 di Kyoto University
Meski awalnya merasa berat dengan bekerja di perusahaan Jepang, pengalamannya justru mengantarkan Hanindia dapat meraih beasiswa MEXT di Kyoto University.
Kini, ia sedang menempuh program master sebagai research student.
S2 atau Kerja? Siapkan Ini
Saat ditanya soal memilih bekerja dulu atau S2 dulu, ia mengingkapkan, pada dasarnya, keduanya sama-sama membutuhkan persiapan dana dan waktu yang cukup.
Ia mencontohkan, bagi yang ingin bekerja dulu ssbagai translator seperti dirinya, maka perlu berlatih ekstra dsngan materi tanbahan. Ia menyarankan untuk memperkaya kosakata, setidaknya dengan belajar dengan tambahan durasi 2 jam.
Menurutnya, tools AI juga bisa dimanfaatkan saat belajar dan mempersiapkan diri menjadi translator.
"Mengambil mata kuliah penerjemah saja tidak cukup, tetapi harus berlatih di luar," katanya.
Sementara itu, bagi mahasiswa yang ingin lanjut S2, misalnya ke Jepang, ia mengingatkan agar mempersiapkan nilai tes TOEFL dan JLPT terlebih dahulu. Tak hanya itu, dana darurat pun perlu dipersiapkan kendati mendapatkan beasiswa.
"Beasiswaku baru dibayarkan di akhir April tetapi perkuliahan berlangsung dari awal April, sehingga harus part-time menyiapkan finansial," ucapnya.
(cyu/twu)











































