Kazuyuki "Kaz" Takahashi tercatat sebagai mahasiswa doktoral di Departemen Ilmu Biologi Stanford University, Amerika Serikat pada 19 Februari 1942. Pada tanggal tersebut, ia dipindahkan paksa massal dan ditahan lantaran merupakan warga keturunan Jepang di West Coast, AS.
Penahanan Kaz berangkat dari Perintah Eksekutif 9066 yang ditandatangani oleh presiden AS saat itu Franklin D Roosevelt. Isinya mengizinkan militer memindah paksa lebih dari 120.000 warga keturunan Jepang di AS dari West Coast ke kamp interniran di pelosok.
Perintah tersebut keluar setelah serangan Jepang di Pearl Harbor, 7 Desember 1941. Para tahanan Perang Dunia II itu dipaksa meninggalkan rumah, pekerjaan dan usaha, serta harta benda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Kaz, Soyo, juga tidak lolos dari penahanan kendati lahir di Palo Alto, California. Kaz dan Soyo dipindahkan ke Pusat Pemrosesan Santa Anita. Mereka lalu dibawa ke konsentrasi Manzanar pada September 1942.
Baru-baru ini, Stanford University Libraries mengungkap hasil digitalisasi koleksi pribadi Kaz dan Soho saat ditahan di Santa Anita dan kamp konsentrasi Manzanar. Koleksi ini memuat surat, foto, dan dokumen yang ia tulis bersama. Berikut beberapa isinya yang terungkap.
Cinta di Balik Kamp Konsentrasi
Kaz lahir di Tokyo pada 1918. Ia menempuh pendidikan di Stanford hingga lulus dengan predikat great distinction pada 1940.
Namun, hidupnya dan Soyo berubah setelah penandatanganan Executive Order 9066.
"Seperti banyak pasangan waktu itu, kami menikah sebelum evakuasi agar tidak dipisahkan," kenang Dr Kazuyuki Takahashi dalam wawancara dengan National Geographic pada 1982, dilansir Stanford Report.
Santa Anita dikenal sebagai area landasan kuda pacu. Kaz dan Soyo menuturkan, mereka sendiri menempati sebuah kandang kuda tunggal yang penuh dengan kotoran kuda bersama pasangan baru menikah lainnya.
Di sana, Kaz menempelkan kertas kado untuk menghalangi debu kotoran kuda. Sedangkan Soyo menggantungkan bendera Stanford.
Ditugaskan soal Pendidikan
Sampul buku pendidikan orang dewasa di Manzanar yang berfokus pada pendidikan vokasi. Foto: Stanford University Libraries |
Di Manzanar, Kaz membantu mendirikan Manzanar Junior College. Ia juga ditugaskan mengajar fisiologi manusia.
Kaz kemudian menjadi direktur pendidikan orang dewasa (adult education). Sementara itu, Soyo bekerja sebagai sekretaris dan pengajar mengetik.
Kaz juga ikut dalam proyek Guayule Laboratory yang dipimpin Kenzie Nozaki. Mereka meneliti pengganti karet alami untuk mendukung kebutuhan perang. Peralatannya diperoleh dari akses Kaz ke mantan mentornya, Profesor Hadley Kirkman dari Departemen Anatomi Stanford.
Setelah perang usai, Kaz kembali ke Stanford untuk menyelesaikan studi kedokterannya. Ia kelak berkarier di bidang medis di San Francisco Bay Area.
Kisah yang Jarang Diceritakan di Rumah
Putrinya, Caroline Takahashi, menyebut koleksi dokumen Kaz dan Soyo ini sebagai cara ia memahami sisi kehidupan sang ayah dan ibu yang jarang diceritakan. Potongan-potongan kisah mereka baru terungkap setelah bertahun-tahun lewat catatan dan surat pribadi yang ditinggalkannya.
"Keluarga kami sangat berterima kasih kepada Stanford Libraries karena telah melestarikan koleksi ini," ujar Caroline, yang memberikan dokumen keluarganya sebagai sumber digitalisasi.
"Lewat dokumen dan kenangan ini, kami akhirnya memahami kehidupan sehari-harinya selama interniran, juga rasa terima kasihnya kepada komunitas Stanford yang mendukungnya," tambahnya.
Dari dokumen tersebut, ia mengenal nama-nama mentor ayahnya, teman baik Dr George Ulett, hingga pemberi kerja Alice Hays, yang membantu menghadapi kesulitan sampai rampung studi dari Stanford. Orang-orang berjasa ini bahkan menyimpankan peralatan lab ayahnya ketika dipaksa masuk kamp.
Pada 1993, Kaz menjadi salah satu dari sembilan alumni Jepang-Amerika yang kembali ke Stanford untuk menghadiri reuni kehormatan. Dalam acara tersebut, Presiden Stanford, Gerhard Casper menyatakan rasa syukurnya atas para alumni dapat selamat dan bahkan kembali ke kampus.
"Hari ini, Anda berada di tempat yang benar. Kami berterima kasih atas kehadiran Anda," ucapnya.
(rhr/twu)












































