Santri Muda Unair Menang di Ajang Internasional, Angkat Isu Ekonomi Syariah Global

ADVERTISEMENT

Santri Muda Unair Menang di Ajang Internasional, Angkat Isu Ekonomi Syariah Global

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Kamis, 05 Mar 2026 05:00 WIB
Sheema Hunafa Qudsi menerima sertifikat penghargaan pada ajang International Conference Santri Mendunia yang digelar di tingkat internasional
Foto: Unair/Sheema Hunafa Qudsi menerima sertifikat penghargaan pada ajang International Conference Santri Mendunia yang digelar di tingkat internasional
Jakarta -

Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (Unair), Sheema Hunafa Qudsi. Ia sukses meraih penghargaan Top I Best Group dalam ajang International Conference Santri Mendunia (ICSM) 2026.

Dilansir dari laman resmi Unair, konferensi internasional ini menjadi wadah bagi santri terbaik Indonesia untuk berkolaborasi dan menunjukkan taring di level global. Melalui ajang ini, para peserta ditantang untuk mempresentasikan gagasan inovatif mereka guna memperkuat jaringan santri di kancah dunia.

Tahun ini, ICSM digelar serentak di tiga negara, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand pada Senin (2/3/2026) lalu. ICSM 2026 mengusung tema "Kolaborasi Santri dalam Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah Global".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kolaborasi Santri untuk Ekonomi Syariah Dunia

Dalam ajang tersebut, Sheema bersama timnya mengangkat gagasan tentang pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat ekonomi syariah. Mereka menyoroti perlunya sinergi antara akademisi, pelaku industri, regulator, dan generasi muda untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

"Ekonomi syariah tidak bisa berkembang secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas negara agar tercipta sistem yang terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pembiayaan," ujar Sheema.

"Peran generasi muda, khususnya santri, sangat penting sebagai agen perubahan yang membawa nilai integritas dan inovasi," lanjutnya.

Timnya berhasil menarik perhatian dewan juri melalui riset dan gagasan yang menekankan inovasi berbasis data serta semangat kolaborasi antarnegara. Capaian tersebut menempatkan mereka sebagai salah satu kelompok terbaik di antara peserta dari berbagai universitas dan lembaga pendidikan.

Santri Inovatif dan Ekonomi Berdaya Saing Global

Bagi Sheema, partisipasi di ICSM bukan hanya soal prestasi, melainkan tentang kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan ekonomi syariah dunia. Ia menilai, penguatan literasi ekonomi syariah dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk menghadirkan sistem ekonomi yang relevan di era modern.

"Kami percaya, ketika riset, teknologi, dan nilai-nilai keislaman berjalan beriringan, maka ekonomi syariah Indonesia dapat menjadi motor penggerak di tingkat internasional," ungkapnya.

Sheema juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam memperluas jangkauan ekonomi halal global, mulai dari pengembangan fintech syariah, halal marketplace, hingga integrasi data sertifikasi halal.

"Merupakan suatu kebanggaan bisa mewakili UNAIR dalam ajang internasional ini. Melalui kegiatan ini, saya belajar bagaimana kolaborasi lintas budaya memperkuat semangat keislaman dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat global," tutupnya.

Keberhasilan Sheema menyabet predikat terbaik menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa santri masa kini memiliki daya kritis yang tajam dan mampu memberikan solusi konkret bagi tantangan ekonomi syariah internasional.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(rhr/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads