Menanti Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret di Planetarium Jakarta

ADVERTISEMENT

Menanti Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret di Planetarium Jakarta

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 03 Mar 2026 17:56 WIB
Pemantauan gerhana Bulan Total atau Blood Moon di Planetarium dan Observatorium Jakarta di Kompleks Taman Ismail Marzuki untuk melihat gerhana Bulan Total Selasa (3/3/2026).
Foto: Nikita Rosa/detikEdu/Pemantauan gerhana Bulan Total atau Blood Moon di Planetarium dan Observatorium Jakarta, Kompleks Taman Ismail Marzuki untuk melihat gerhana Bulan Total Selasa (3/3/2026).
Jakarta -

Masyarakat mulai memadati Planetarium dan Observatorium Jakarta di Kompleks Taman Ismail Marzuki untuk melihat gerhana Bulan Total Selasa (3/3/2026). Meski gerhana baru terlihat pukul 18.03 WIB nanti, masyarakat sudah mengamankan kursi untuk mengamati gerhana tersebut.

Gerhana Bulan total adalah kondisi di mana Bulan, Matahari, dan Bumi berada dalam posisi sejajar. Bulan akan terlihat merah jingga saat berada di posisi Purnama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puncak Gerhana Bulan Total di Indonesia pada Pukul 18.30 WIB

Di Indonesia, puncak gerhana Bulan total akan terlihat pada 18.33 WIB. Untuk mengamati fenomena tahunan ini, Planetarium dan Observatorium Jakarta mengadakan 'ngabuburit' bersama.

Pada pukul 16.30 WIB, terlihat masyarakat memadati meja registrasi menikmati fasilitasi ngabuburit satu ini. Planetarium dan Observatorium Jakarta menyediakan dua teleskop untuk pengamatan nanti.

ADVERTISEMENT

Saat memasuki lorong gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta, pengunjung akan disambut dengan foto-foto astronomi.

"Nah Bapak Ibu nanti adik-adik akan bisa bertanya terkait data-data gambar ini. Apa yang terjadi dan bagaimana cara mengambilnya dan seperti apa. Kami selalu terbuka dan kami sediakan kawan-kawan pendamping yang kami sebut para astronom di sini untuk pendamping," tutur Eko Wahyu Wibowo Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Ismail Marzuki di Planetarium dan Observatorium Jakarta Selasa (3/3/2026.

Setelah gerhana mencapai puncaknya nanti, Planetarium dan Observatorium Jakarta juga menyediakan salat gerhana. Eko Wahyu Wibowo, mengatakan salat gerhana akan dilanjutkan dengan salat tarawih.

"Kemudian kami juga menyediakan salat gerhana bagi Bapak-Ibu yang nanti ingin bergabung solat gerhana ada di masjid sebelah sini, masjid depan. Disatukan dengan kegiatan salat tarawih," ujar Eko.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, rangkaian fenomena astronomi gerhana Bulan total 3 Maret 2026 dibuka," kata Eko membuka rangkaian acara.

Respons Pengunjung

Salah satu pengunjung, Desi, turut bertepuk tangan saat acara resmi dibuka. Ini merupakan kali ketiga ia mengikuti acara pengamatan gerhana di Planetarium dan Observatorium Jakarta.

Menurutnya yang paling berkesan adalah momen puncak gerhana. Saat ia mengikuti pengamatan gerhana Bulan tahun lalu, ia bercerita ia harus mengantre demi melihat gerhana lewat teleskop.

"Kemaren ada disediakan delapan teleskop, tapi karena rame kita masih harus ngantri," ujar mahasiswa semester 4 itu.

Untuk masyarakat yang berminat melihat pengamatan gerhana, Desi menitipkan pesan.

"Sering-sering mantau Instagram Planetarium Jakarta, kalau kita cari dan tunggu pasti ada infonya," pesan Desi.




(nir/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads