Peristiwa gerhana Bulan total akan tampak pada sore hari ini mulai sekitar pukul 18.03 WIB. Masyarakat Indonesia bisa bersiap untuk menyaksikannya.
Selain itu, banyak yang menyebut bahwa fenomena gerhana kali ini termasuk Blood Moon. Apa itu Blood Moon?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjelasan tentang Blood Moon
Blood Moon jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah bulan merah. Mengutip Space, fenomena ini disebut demikian karena memang Bulan akan menampakan warna kemerahan selama gerhana Bulan total.
Saat gerhana Bulan total nanti, atmosfer Bumi akan menyaring sinar Matahari dan menyemburkan cahaya biru. Oleh karena itu, Bulan akan terlihat lebih bersinar merah.
Dalam CNN Science, Wakil Direktur Komunikasi Sains di Divisi Sains Heliofisika Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA, Dr C Alex Young, menjelaskan gerhana Bulan merah ini merupakan gerhana terakhir dari tiga gerhana Bulan total yang terjadi berturut-turut.
Gerhana Bulan total sebelumnya terjadi pada Maret 2025, kemudian September 2025. Fenomena ini akan terjadi pada dua tahun mendatang, yakni 31 Desember 2028.
Waktu Terjadinya Blood Moon
Gerhana Bulan total berlangsung sekitar total 5 jam 41 menit 51 detik. Namun, ada juga durasi parsial yang berlangsung sekitar 3 jam 27 menit 47 detik saja. Berikut jadwalnya per tahapan gerhananya:
Gerhana penumbra mulai: 15.42.44 WIB / 16.42.44 Wita / 17.42.44 WIT
Gerhana sebagian mulai: 16.49.46 WIB / 17.49.46 Wita / 18.49.46 WIT
Gerhana total mulai: 18.03.56 WIB / 19.03.56 Wita / 20.03.56 WIT
Puncak gerhana: 18.33.39 WIB / 19.33.39 Wita / 20.33.39 WIT
Gerhana total berakhir: 19.03.23 WIB / 20.03.23 Wita / 21.03.23 WIT
Gerhana sebagian berakhir:: 20.17.33 WIB / 21.17.33 Wita / 22.17.33 WIT
Gerhana penumbra berakhir: 21.24.35 WIB / 22.24.35 Wita / 23.24.35 WIT
Cara Mengamati Blood Moon
Penampakan gerhana Bulan total bisa dinikmati setidaknya oleh 1 dari 3 orang. Fenomenanya juga bisa diamati dengan mata telanjang.
"Anda tidak perlu teleskop canggih untuk menyaksikannya! Cukup keluar rumah, lihat ke atas, dan nikmati pemandangannya," kata Young.
Namun, orang juga bisa mengamati dengan menggunakan alat bantu seperti teropong atau teleskop. Alat-alat itu bisa dipakai agar gerhana Bulan total terlihat lebih jelas.
(cyu/twu)











































