Menyelesaikan studi sarjana kedokteran memang tak semudah jurusan lain. Mahasiswa kedokteran memiliki banyak tuntutan kuliah seperti kelas yang padat, praktikum hingga tugas.
Namun, perempuan satu ini telah membuktikan bahwa mengambil kuliah kedokteran tak menjadikannya terlambat lulus. Bahkan, ia lulus pada usianya yang masih 20 tahun.
Tiara Amanda Pramesti Gumay lulus dari Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia dinobatkan menjadi wisudawan terbaik UGM pada wisuda 25 Februari 2026 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UGM mencatat rata-rata usia kelulusan mahasiswa S1 ada pada usia 23 tahun 2 bulan 15 hari. Bagaimana cerita Tiara bisa lulus kedokteran pada usia muda?
Pilih Jalur Akselerasi Saat Sekolah
Sejak kecil, orang tua Tiara memilih anaknya untuk masuk sekolah di usia lebih muda. Tiara sudah masuk SD pada usia 5,5 tahun.
Saat memasuki bangku SMA, Tiara juga memutuskan untuk mengikuti program akselerasi. Ia hanya menempuh SMA selama dua tahun.
Menurut Tiara, lulus di usia mudah adalah harapannya sejak dulu. Ia ingin mengejar kemandirian lebih awal.
"Saya selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar bisa mencapai kemandirian lebih awal," katanya dikutip dari laman UGM, Jumat (27/2/2026).
Lolos Jalur SNBP UGM
Usia yang lebih muda dari umumnya tak membuat Tiara bisa tenang dan berleha-leha. Justru, ia bersemangat dan serius dalam belajar.
Ia masuk daftar siswa eligble dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Akhirnya ia lolos pada SNBP tahun 2022 dan masuk Kedokteran Gigi UGM.
Walaupun perjalanannya cukup mulus hingga masuk UGM, tetapi tantangannya baru dirasakan selama berkuliah. Ia sempat kesulitan beradaptasi di dunia kampus.
Tiara memang memiliki ambisi tinggi, tetapi ia diliputi rasa cemas dan tidak percaya diri. Bahkan, ia sempat kesulitan bersosialisasi.
"Dulu ketika bertemu teman-teman, saya melihat mereka lebih siap, matang, dan percaya diri. Waktu awal masuk kuliah, punya ambisi tinggi tanpa ada rasa percaya diri, sehingga membuat saya sedikit kesulitan," kenangnya.
Tips Lulus Cepat: Atur Waktu dengan Baik
Jurusan kedokteran memang terkenal dengan tugasnya yang cukup padat. Walaupun demikian, Tiara tetap aktif dalam organisasi yaki Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Sehingga ia harus mengatur waktu belajar dan kegiatan lain. Sebelum menemukan cara mengatur yang tepat, Tiara sempat gagal.
"Pada awalnya cukup susah untuk mengatur waktu dengan jadwal akademik yang padat. Aku coba banyak trial and error untuk mencari ritme yang pas," katanya.
Dari beberapa kegagalan, Tiara mendapatkan pelajaran bahwa ambisi harus diimbangi dengan kesadaran. Ia lantas tersadarkan proses setiap orang memang berbeda.
"Ambisi yang tinggi itu penting, tetapi perlu diiringi dengan kesiapan, kesabaran, dan komitmen untuk terus berkembang. Hargai setiap proses yang ada pada diri kita sendiri," pesannya.
(cyu/pal)











































