Di Tengah Reruntuhan, Omar Bangun Perpustakaan untuk Anak-anak Gaza

ADVERTISEMENT

Di Tengah Reruntuhan, Omar Bangun Perpustakaan untuk Anak-anak Gaza

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 02 Mar 2026 03:00 WIB
Omar Hamad, bangun perpustakaan di tengah genosida Gaza
Foto: (Dokumentasi Omar Hamad)
Jakarta -

Di tengah kehancuran Gaza yang terjadi secara bertubi-tubi, nampaknya masih ada harapan dari seorang warga untuk tetap menegakkan pendidikan. Omar Hamad, dengan tangannya ia dirikan sebuah perpustakaan.

Jangan bayangkan perpustakaan dengan tembok kokoh dan ratusan buku berjejer rapi. Omar mulanya mengantongi buku-buku sembari mengungsi dari satu tempat ke tempat lain.

Bagi beberapa warga Gaza, buku bukan lagi sebuah barang yang penting. Bahkan, banyak yang mengambil buku-buku dari perpustakaan terbengkalai untuk memasak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Omar, dengan tekadnya dan kecintaannya terhadap buku berusaha mengumpulkan lagi buku-buku dari perpustakaan hancur. Ia tengah mendirikan perpustakaan pertama di Gaza setelah kehancuran.

ADVERTISEMENT

"Sebagai permulaan, dengan perpustakaan pribadi saya sendiri yang saya bawa sejak hari pertama genosida hingga saat ini saya mengungsi sebanyak 12 kali bersama perpustakaan itu," kata Omar dikutip dari The Jordan Times, Sabtu (28/2/2026).

Berbulan-bulan Selamatkan Buku

Serangan dari Israel masih terjadi hingga saat ini. Akan tetapi, hal itu tak menyurutkan Omar untuk terus menyelamatkan buku.

Ia berkeliling dari satu perpustakaan ke perpustakaan lain yang hancur untuk memungut kembali buku yang masih layak. Perpustakaan Edward Said di Beit Lahia menjadi yang pertama ia selamatkan.

"Perpustakaan itu milik pemiliknya, penulis Musab Abu Toha, tetapi dia meninggalkan Gaza pada awal genosida, dan rumah serta perpustakaannya hancur," kata Omar.

Misi penyelamatan buku Omar dibantu oleh dua rekannya. Mereka membawa buku-buku dalam tas dan mendorongnya dengan gerobak keledai.

Saat Buku Hanya Jadi Bahan Bakar Api

Salah satu pengalaman memilukan yang Omar lihat adalah kala ia mendatangi perpustakaan di Universitas Islam Gaza. Ia melihat, warga mengambil buku-buku untuk bahan bakar api untuk memasak.

"Di perpustakaan universitas, orang-orang mulai mengambil buku untuk digunakan dalam memasak. Saya dan saudara-saudara saya pergi ke sana dan menyelamatkan banyak buku, beberapa berusia lebih dari 100 tahun," ungkapnya.

Walaupun tak tega melihatnya, tetapi Omar tak bisa apa-apa. Jika buku terpaksa harus menjadi keperluan memasak dan bertahan hidup, maka ia tak bisa mencegahnya.

"Dulu saya sering memungut buku-buku dari sana untuk menyelamatkannya, sementara orang-orang mengambilnya untuk menyalakan api untuk memasak. Saya tidak mampu memberi tahu mereka bahwa buku-buku ini berharga; kata-kata saya tidak akan berarti apa-apa dibandingkan dengan penderitaan yang mereka alami, tanpa gas atau kayu bakar," tuturnya.

Akan Cetak Lebih Banyak Buku

Omar merasa hilangnya banyak perpustakaan dan buku adalah penghapusan jiwa dan pengetahuannya. Ia berencana akan mencetak lebih banyak buku.

"Saya berencana untuk menggunakan buku-buku ini, dan saya juga ingin mencetak lebih banyak buku lagi, termasuk buku anak-anak. Akan ada juga bagian khusus untuk seni visual, yang menampilkan karya-karya seniman Gaza yang melukis selama genosida," bebernya.

Perpustakaan sementaranya kini bernama Phoenix Library. Sejauh ini, ada banyak koleksi yang berhasil ia selamatkan mulai dari novel hingga buku sekolah.

"Ada banyak jenis buku yang saya selamatkan. Sebagian besar adalah novel dari sastra Rusia, serta buku teks pendidikan dalam mata pelajaran seperti fisika dan kimia," kata Omar.

"Tersedia juga buku-buku Islam dari empat imam: Ahmad ibn Hanbal, Anas ibn Malik, Al Shafi'i, dan Al Hanafi. Selain itu, ada novel fiksi seperti Harry Potter, The Lord of the Rings, dan banyak lainnya," tuturnya.



(cyu/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads