Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Tatacipta Dirgantara kali ini membagikan kisah soal dirinya yang jarang diketahui banyak orang. Sebelum menjadi pemimpin tertinggi di ITB, ternyata ia pernah ditolak jadi dosen.
Kisah itu disampaikan Tatacipta dalam acara pembukaan Wardah Inspiring Teacher (WIT) Generasi ke-8. Di hadapan 25 ribu guru dari seluruh Indonesia, ia mengaku sempat ditolak saat pertama kali daftar menjadi dosen di kampus teknik tersebut.
"Waktu saya memilih jadi dosen itu, sebetulnya mirip sama Ibu Nurhayati, saya ditolak jadi dosen. Saya lulus tahun 1993 dan saya jadi dosen di ITB itu tahun 2006," katanya di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (14/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tunggu 13 Tahun Baru Jadi Dosen
Meski pernah ditolak, Tatacipta tak langsung menyerah. Setelah 13 tahun mencoba, akhirnya ia menjadi dosen di ITB.
"Saya menunggu 13 tahun Pak untuk jadi dosen," katanya.
Panggilan menjadi dosen menurut Tatacipta datang begitu saja. Jiwanya memilih untuk menjadi pendidik dan mengamalkan ilmunya kepada banyak mahasiswa.
Ia justru menyebut jalur menjadi pendidik sebagai "jalur sunyi". Sehingga ia sangat kagum kepada para guru yang hadir saat itu.
"Dan saya tahu Bapak, Ibu semua ya, memilih jalur yang sunyi ini, memilih jalur pengabdian ya. Kalau kita memilih jalur ini, maka kita tidak akan iri pada teman-teman kita yang memilih jalur lain," ungkapnya.
Tumbuh dari Keluarga Guru
Selain itu, panggilan hatin untuk menjadi guru menurutnya datang karena ia tumbuh besar di keluarga guru. Saat ini, ia juga aktif di dunia pendidikan menengah dengan menjadi Ketua Komite SMAN 3 Bandung.
"Jadi, saya itu sebetulnya juga tumbuh dari keluarga guru. Hari ini juga saya adalah Ketua Komite Sekolah di SMA 3 Bandung. Dan yang pasti, sebetulnya saya adalah orang tua dari murid-murid Bapak, Ibu semua. Jadi, saya sangat berkepentingan bahwa guru-guru itu harus baik dan berkualitas, karena itu masa depan anak-anak saya juga begitu ya," katanya.
Pendidikan Dasar Adalah Fondasi
Kepada ribuan guru, Tatacipta berpesan untuk selalu menginspirasi para siswa. Menurutnya, siswa adalah investasi yang jauh lebih berharga daripada uang.
"Tapi kalau kita tahu apa tujuan kita untuk menjadi guru, menjadi dosen, maka kita tidak akan iri dengan teman-temannya itu. Karena mungkin tabungan kita bukan uang, tabungan kita itu adalah masa depan anak-anak kita," katanya.
Dalam hal pendidikan menengah, ITB juga saat ini tengah aktif membina salah satu SMA Unggulan Garuda di Ambon yakni SMA Siwalima. ITB mendampingi guru dan mematangkan kurikulum serta manajemen sekolah.
"Guru yang biasa-biasa saja memberi tahu. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang unggul mendemonstrasikan. Tapi guru hebat memberikan inspirasi," pesannya.
(cyu/faz)











































