Dapat dikatakan masih sangat muda, Farrel Arif Muhammad sudah melangkah jauh di dunia akademik. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) ini menjadi salah satu penerima Beasiswa Pendidikan Magister untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Kini pada usia 22 tahun, ia tengah menempuh studi S3 bidang Sains Veteriner.
Farrel memulai perjalanannya dari jenjang sarjana di bidang Kedokteran Hewan. Setelah lulus, ia melanjutkan studi magister di Program Vaksinologi dan Imunoterapetika, lalu langsung melanjutkan ke jenjang doktoral tanpa harus menempuh jalur reguler.
Langkah ini menjadikannya salah satu mahasiswa muda yang berhasil menembus program riset terintegrasi paling bergengsi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan dari Skripsi hingga PMDSU
Farrel pertama kali mengenal program PMDSU dari penguji skripsinya. Saat itu, ia sudah bertekad melanjutkan studi lebih tinggi.
"Awalnya saya mengetahui informasi mengenai PMDSU dari penguji skripsi saya. Sejak awal, saya memang memiliki ketertarikan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi," ungkapnya, dikutip dari Unair pada Selasa (3/2/2026).
Meski sempat merasa asing dengan bidang vaksinologi dan imunoterapetika, Farrel justru melihatnya sebagai tantangan baru.
"Mengambil studi magister di bidang yang relatif baru bagi saya menjadi kesempatan untuk memperdalamnya secara komprehensif," katanya.
Setelah melewati tahapan seleksi administrasi, akademik, dan wawancara, ia dinyatakan lulus dan mulai belajar di bawah bimbingan Prof Fedik Abdul Rantam, salah satu promotor senior di FKH UNAIR.
"Alhamdulillah, saya telah dinyatakan lulus dari program Magister dan baru saja memulai studi pada jenjang doktoral," ucap Farrel dengan penuh rasa syukur.
Menjalani Dua Studi Sekaligus dan Tetap Konsisten
Perjalanan Farrel tentu tidak mudah. Selain menempuh PMDSU, ia juga mengikuti Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH). Keduanya merupakan jalur pendidikan yang sama-sama menuntut waktu dan energi besar.
"Tentunya hal ini cukup menantang, karena membutuhkan kemampuan manajemen waktu dan komitmen yang tinggi," ujar Farrel.
Meski jadwal padat, ia tetap berusaha menjalani semuanya dengan seimbang. Saat ini, Farrel sedang menyelesaikan stase klinik di PPDH sambil mempersiapkan ujian nasional UKMPPDH, di tengah aktivitas riset doktoralnya.
Baginya, usia muda bukan alasan untuk menunda mimpi. Dengan semangat dan konsistensinya, Farrel menjadi contoh nyata mimpi besar tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh tekad dan keberanian untuk terus berjuang.
(rhr/nah)











































