Bayar Kuliah Sendiri, Mahasiswa UGM Ini Pulang Kuliah Langsung Narik Ojek Online

ADVERTISEMENT

Bayar Kuliah Sendiri, Mahasiswa UGM Ini Pulang Kuliah Langsung Narik Ojek Online

fahri zulfikar - detikEdu
Selasa, 03 Feb 2026 10:00 WIB
Bayar Kuliah Sendiri, Mahasiswa UGM Ini Pulang Kuliah Langsung Narik Ojek Online
Foto: UGM/Ryaas Amin, mahasiswa dari Fakultas Psikologi UGM yang menjalani kuliah sarjana sambil bekerja sebagai pengantar makanan dan ojek online.
Jakarta -

Ryaas Amin merupakan mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia memilih kuliah sambil bekerja sebagai ojek online untuk membayar kuliahnya secara mandiri.

Ryaas, sapaannya, memilih kuliah sambil kerja sebagai pengalaman untuk membentuk pribadi yang tangguh dan gigih. Baginya, yang terpenting, apa yang ia lakukan sudah mendapatkan restu dari orang tuanya.

"Orang tua selalu mendukung, tapi enggak secara terang-terangan. Yang penting, kuliah sama kerjanya seimbang," ujarnya dalam laman UGM, dikutip Senin (2/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan bekerja, ia ingin bisa memenuhi kebutuhan pribadinya tanpa harus bergantung pada orang tua. Maka itu, ia pun memilih bekerja tanpa harus mengganggu kuliahnya, dengan menjadi ojek online untuk layanan pesan-antar makanan.

Keputusan yang Tak Mudah

Ryaas mengakui bahwa keputusannya untuk bekerja sebagai pengantar makanan online tak mudah. Sebab, ia harus benar-benar mengatur waktu untuk bekerja, kuliah, dan istirahat.

ADVERTISEMENT

Ia menyampaikan bahwa pekerjaannya cukup menghasilkan dan jika memiliki keinginan, maka hasilnya juga sesuai.

"Penghasilan bisa diatur. Ada saatnya istirahat, ada saatnya harus bekerja. Jadi kalau memang memiliki keinginan, kita harus benar-benar mengusahakannya," paparnya.

Ryaas pun mengungkapkan pendapatannya per bulan bisa mencapai Rp 3 juta per bulan. Menurutnya, itu semua karena tekad yang kuat dalam hidup mandiri dan terus berusaha mengupayakan apa yang jadi impian.

"Aku tuh pengen sesuatu, tapi aku pengen mewujudkannya atas usahaku sendiri. Jadi, kalau misal itu zonk, aku ga merasa ngerugiin orang tuaku," ungkapnya.

Pakai Motor Pinjaman

Ryaas membuktikan bahwa tekad yang kuat bisa membukakan jalan. Terbukti saat ia ingin hidup mandiri dan mencari penghasilan, orang-orang di sekitarnya ikut mendukung.

Dalam menjalani pekerjaannya, ia mendapat pinjaman motor dari sang kakak dan dari pamannya secara bergantian. Berkat usahanya, ia berhasil membayar biaya pendidikannya secara mandiri.

Meski bekerja, ia selalu berusaha untuk tidak tertinggal dalam perkuliahannya. Bahkan ia mempertimbangkan jumlah mata kuliah yang diambil sejak awal semester agar tidak terlalu keteteran jika dibarengi bekerja.

Sebenarnya kalau manajemen waktu, aku biasanya mulai merencanakannya pas memilih mata kuliah atau saat masa KRS. Jadi, saat memilih mata kuliah, aku juga harus mempertimbangkan jumlah SKS sebagai patokan waktu antara waktu kuliah dan bekerja," terangnya.

Ryaas menilai, apa yang ia lakukan saat ini, bisa menjadi bekal dalam menjalani kehidupan ke depannya. Terutama setelah lulus kuliah dari UGM.

"Proses ini bisa jadi bekalku setelah lulus kuliah nanti, sih. Aku jadi bisa terbiasa mengatur skala prioritas, multi-tasking, dan kadang mengatasi konflik dari para pelanggan," pungkasnya.




(faz/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads