"Carilah ilmu sampai ke negeri China", mahasiswi asal Semarang ini benar-benar melakukan pepatah tersebut. Sevira Putri Purnama Lumarso namanya, ia menempuh sarjana bidang pengobatan tradisional China atau traditional Chinese medicine (TCM) di Gansu University of Chinese Medicine, Lanzhou, Provinsi Gansu, China barat laut.
Sevira mulai kuliah di China pada 2023. Ia memperoleh sponsor dari Pemerintah Provinsi Gansu.
Selama tiga tahun menempuh teori dan praktik klinis, Sevira berhasil menguasai kompetensi inti TCM. la kini mampu menerapkan empat metode diagnostik utama yaitu observasi, mendengar dan mencium, bertanya, serta palpasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa Tertarik belajar Pengobatan Tradisional China?
Ketertarikan Sevira pada pengobatan tradisional China berakar dari riwayat dalam keluarganya. Kakeknya lahir di Fuzhou, ibu kota Provinsi Fujian. Kakek Sevira kemudiah pindah dengan keluarganya ke Indonesia.
Meski tinggal di luar negeri, kakeknya tetap mengandalkan TCM sebagai metode utama perawatan kesehatan. Kapan pun keluarganya ada yang sakit, ia kerap merujuk pada TCM, termasuk akupunktur.
"Ketika saya masih kecil, saya pikir seni pengobatan kuno yang dapat meredakan rasa sakit ini benar-benar ajaib," ujarnya, dikutip dari Xinhuanet.
Menurutnya, memori masa kecil itulah yang menginspirasinya untuk belajar TCM di China.
Di awal studinya, Sevira sempat mengalami kesulitan memahami terminologi profesional TCM, termasuk pembedaan berbagai sindrom. la mengatasi tantangan ini dengan rajin mencatat di kelas, mempelajari buku teks berulang kali, serta aktif meminta bantuan guru dan teman.
Usahanya ini tak luput dari perhatian pengajar Sevira, Zhu Jin.
"Dia memiliki sikap belajar yang sangat serius dan kemampuan pemahaman yang kuat. Mulai dari komunikasi bahasa hingga mengoperasikan sistem diagnostik komputer dan peralatan, dia cepat menguasai semuanya," ujarnya.
Studi teoritisnya menjadi dasar yang kokoh. Kemudian, praktik klinis memperdalam pemahamannya tentang TCM. Saat praktik klinis berlangsung, Sevira telah berkeliling ke berbagai departemen, termasuk pengobatan internal, akupunktur, dan endokrinologi.
Bagaimana Kesan Kuliah di China?
Sevira telah mengembangkan kemampuan untuk membedakan sindrom dingin dari sindrom panas melalui diagnosis lidah, menafsirkan denyut nadi untuk mengidentifikasi penyakit, dan terampil melakukan pijat dan akupunktur. Ia juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang khasiat dan aplikasi berbagai ramuan herbal China.
Sevira juga mengungkapkan kesannya belajar di China.
"Dengan kereta cepat yang nyaman, saya sudah bepergian ke banyak tempat di China. Saya menyukai makanan China, dan saya sangat menyukai pemandangan indah di sepanjang Sungai Kuning. Segala sesuatu di sini membuat saya merasa hangat dan seperti di rumah sendiri," ungkapnya.
Ke depannya, Sevira bertekad kembali ke Indonesia untuk menjadi dokter sekaligus mempromosikan pengobatan TCM.
"TCM adalah sistem diagnostik dan pengobatan yang ilmiah, dan lebih penting lagi, menjadi jembatan budaya yang menghubungkan China dengan dunia," pungkasnya.
(nah/nah)











































