Mahasiswa Unesa Peraih Emas SEA Games Bercerita, Ini Proses Hobi Jadi Prestasi

ADVERTISEMENT

Mahasiswa Unesa Peraih Emas SEA Games Bercerita, Ini Proses Hobi Jadi Prestasi

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Selasa, 20 Jan 2026 19:00 WIB
Mahasiswa Unesa Peraih Emas SEA Games Bercerita, Ini Proses Hobi Jadi Prestasi
Yosi Ariel Firnanda, mahsiswa Unesa yang harumkan nama Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Foto: Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Jakarta -

Yosi Ariel Firnanda telah mengharumkan nama Indonesia di SEA Games Thailand 2025 lalu. Ia bersama timnya berhasil membawa pulang medali emas dari cabang olahraga voli pantai.

Pria yang akrab disapa Yosi itu merupakan mahasiswa S1 Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FKK), di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Yosi adalah atlet voli kelahiran Sidoarjo pada 8 April 1999. Capaian bersama timnya membuat Indonesia mampu mempertahankan medali emas di cabang olahraga voli pantai tingkat Asia Tenggara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahagia karena salah satu mimpi dan target dapat tercapai bersama tim yang solid. Kami bersyukur bisa mempertahankan medali emas voli pantai untuk Indonesia di SEA Games kali ini," ujar Yosi, dikutip dari laman resmi kampus Unesa pada Selasa (20/1/2026).

Voli Sudah Jadi Bagian dari Hidup Yosi

Sebagai atlet voli internasional, Yosi sudah akrab dengan olahraga tersebut sejak usia 14 tahun. Ia terbiasa dengan latihan dengan tingkat kedisiplinan tinggi dari kecil, sehingga kemampuannya bisa terus naik kelas.

ADVERTISEMENT

Yosi dibesarkan di dalam lingkungan keluarga yang erat dengan bidang voli. Baginya, voli bukan sekadar olahraga, tetapi merupakan jalan hidup.

Lalu, apa saja yang disiapkan Yosi untuk berlaga di SEA Games 2025 di Thailand?

Latihan Ketat dan Persiapan Mental

Untuk tampil maksimal di perhelatan SEA Games 2025, Yosi menjalani pola latihan ketat. Tujuan utamanya bukan hanya mempersiapkan fisik secara matang, tapi juga teknik dan strategi yang akan digunakan.

Yosi juga berlatih untuk melakukan efisiensi energi dengan mengambil keputusan cermat di lapangan. Persiapan diisi dengan sesi latihan rutin pada pagi dan sore hari. Pagi hari dihabiskan untuk berlatih di lapangan pasir dan sore harinya diisi dengan penguatan di pusat kebugaran.

Kondisi lapangan terbuka menuntut para pemain untuk terus beradaptasi dengan arah angin yang berubah-ubah. Hal ini diperlukan kesiapan mental.

"Tantangan non teknis seperti arah angin di venue sangat mempengaruhi permainan. Kami harus cepat beradaptasi agar strategi tetap berjalan," tuturnya.

Rival yang dihadapi Indonesia yaitu Thailand dan Filipina memiliki pengalaman dan tingkat kematangan bermain yang sangat baik, bagi Yosi. Namun, ia menilai stabilitas mental dan komunikasi tim yang tidak terputus adaalah kunci kemenangan.

Fleksibilitas Kuliah

Selain latihan ketat dan persiapan mental, dukungan dari keluarga dan orang terdekat termasuk kampus menjadi sangat penting. Menurut Yosi, pihak universitas memiliki fleksibilitas akademik, tak terkecuali ketika ujian.

Yosi beranggapan bahwa capaian emas ini bukanlah puncak prestasinya, melainkan pacuan bagi dirinya untuk terus meningkatkan prestasi. Ia menganggap prestasi kali ini sebagai bahan introspeksi untuk dapat tampil lebih baik di berbagai kejuaraan-kejuaraan lainnya.



(nah/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads